MAKASSAR —Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum bertajuk “From Campus to Global Impact: Membangun Karier di Sektor Formal Internasional”.
Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, MIkom, sebagai pembicara utama.
Bertempat di Arsjad Rasjid Lecture Theater, kuliah umum ini dihadiri sekitar 200 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K), mewakili Rektor Unhas dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya dukungan bagi Unhas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan karier mahasiswa.
“Kami terus melakukan efisiensi pendidikan tanpa mengorbankan mutu, bahkan berupaya meningkatkan standar melalui program seperti fast track,” ujar Prof. Ruslin, Senin kemarin.
Ia juga menyoroti peran Career Center Unhas dalam membantu mahasiswa mengembangkan soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dalam paparannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla membahas tren #Kaburajadulu yang belakangan viral sebagai bentuk keresahan generasi muda terhadap ketatnya persaingan kerja.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam dunia kerja saat ini dipengaruhi oleh perkembangan digitalisasi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI), yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
“Fenomena ini bukan hal baru. Namun, yang perlu kita lakukan adalah mengarahkan semangat ini ke hal yang lebih positif. Jika ingin bekerja di luar negeri, manfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan membawa pulang ilmu, teknologi, serta pengalaman yang bisa diterapkan di Indonesia,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja asing masih tinggi, dengan total permintaan global diperkirakan mencapai 1,6 juta orang. Arab Saudi sendiri tahun ini membuka peluang bagi 200 ribu pekerja asal Indonesia.
Namun, ia mengingatkan bahwa calon pekerja migran harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum berangkat ke luar negeri.
“Lima kesiapan utama harus diperhatikan: fisik, mental, kompetensi, dokumen, dan visa. Bekal paling penting adalah penguasaan bahasa,” tegasnya.
Antusiasme Mahasiswa Unhas
Kuliah umum ini berlangsung interaktif, dengan banyak mahasiswa aktif bertanya mengenai peluang dan tantangan bekerja di luar negeri.
Dzulfikar juga mengingatkan bahwa pekerja migran harus mengikuti prosedur resmi agar mendapatkan perlindungan maksimal.
Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa Unhas untuk memahami lebih dalam tentang dinamika pasar kerja global serta bagaimana mempersiapkan diri agar bisa bersaing di tingkat internasional.
Penulis: Anugrah







