MAKASSAR Guna menciptakan kawasan pasar yang lebih bersih, tertib, dan nyaman, PD Pasar Makassar Raya terus melakukan penataan pedagang bayangan di sejumlah titik strategis kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penataan kali ini difokuskan pada wilayah Pasar Terong, Pasar Pa’baeng-baeng, serta area di sepanjang kanal Panampu dan Jalan Andi Tonro hingga Alauddin.

Plt Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arif, menyebutkan bahwa lebih dari 300 pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan seperti Jalan Sawit, Jalan Labu, dan bantaran kanal Panampu telah menyatakan kesediaannya untuk pindah ke dalam area Pasar Terong.

“Relokasi ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang akan melakukan revitalisasi kanal dan jembatan,” ungkap Ali. “Untuk itu, dibutuhkan area yang steril agar proses pengangkatan sedimen berjalan optimal.”

Sebagai antisipasi, PD Pasar menyiapkan sekitar 400 unit lods di lantai dasar Pasar Terong sebagai tempat baru bagi para pedagang.

Sebelum pelaksanaan, PD Pasar lebih dulu menggelar komunikasi intensif, terutama untuk merespons kekhawatiran pedagang yang awalnya menolak karena menganggap lokasi baru belum layak.

“Kami akui prosesnya tidak mudah. Tapi kami hadirkan solusi lewat koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan satgas kebersihan agar tempat baru benar-benar bersih, tertata, dan layak digunakan,” jelas Ali.

Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen PD Pasar dalam mewujudkan pasar yang lebih rapi, inklusif, serta mendukung kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Lebih jauh, Ali menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar pemindahan fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keteraturan dan kenyamanan sebagai tanggung jawab bersama.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis, bukan represif. Arahan dari Wali Kota Makassar pun jelas: tegakkan aturan dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Proses serupa juga berlangsung di kawasan Pa’baeng-baeng, khususnya bagi para pedagang di sepanjang kanal dari Jalan Andi Tonro hingga ke Alauddin. Setelah sukses menata pedagang di Jalan Jongaya, kini giliran Tamalate yang ditata—sebanyak 91 pedagang diidentifikasi untuk direlokasi.

Lebih dari 70 di antaranya sudah menyatakan bersedia pindah, bahkan telah mengumpulkan data untuk menempati lokasi baru di Pasar Pa’baeng-baeng dan Pa’baeng-baeng Barat.

Penataan dilakukan secara bertahap, persuasif, dan terukur, dengan dukungan penuh dari OPD terkait, aparat kecamatan, serta satgas kebersihan.

Targetnya, seluruh pedagang sudah menempati lokasi baru pada bulan ini. PD Pasar juga terus mengidentifikasi kebutuhan tiap pedagang, termasuk luas lapak, fasilitas dasar, dan pengaturan distribusi agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.

“Kami ingin para pedagang pindah bukan karena dipaksa, tetapi karena menyadari bahwa tempat baru lebih aman, nyaman, dan memberi harapan akan keberlangsungan usaha mereka,” pungkas Ali.

Penulis: Ardhi