Lintaskabar.id, Opini – Tumpukan sampah kembali terlihat di Makassar setelah Lebaran. Sampah menggunung di jalan dan lorong, disertai bau menyengat. Kondisi ini menunjukkan sistem pengelolaan sampah belum kuat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Upaya Belum Maksimal

Pemerintah dan petugas terus bekerja. Truk beroperasi, petugas turun sejak pagi, dan komunitas tetap bergerak. Namun, sampah masih menumpuk karena sistem belum berjalan utuh.

TPA Antang Terbebani

TPA Tamangapa (Antang) menanggung beban besar. Kapasitas terbatas, sementara volume sampah meningkat. Saat antrean terjadi, pengangkutan terhambat dan kota terdampak.

Pengangkutan Kurang Efisien

Sistem pengangkutan menghadapi kendala seperti waktu tunggu, rute belum efisien, dan koordinasi lemah. Akibatnya, hasil kerja belum maksimal.

Masalah Berawal dari Rumah Tangga

Warga masih membuang sampah tanpa memilah. Padahal, sampah organik bisa diolah dan sampah anorganik bernilai ekonomi. Tanpa pemilahan, beban TPA semakin berat.

Peran Warga Masih Sukarela

Pelibatan masyarakat masih sebatas imbauan. Warga tidak memiliki kewajiban jelas dalam mengelola sampah. Akibatnya, partisipasi masih terbatas.

Pemerintah Tidak Bisa Sendiri

Beban pengelolaan sampah masih bertumpu pada pemerintah. Padahal, produksi sampah terus meningkat. Semua pihak harus terlibat aktif.

Ubah Menjadi Kewajiban

Makassar perlu mengubah pendekatan dari “mubah” menjadi “wajib”. Warga harus bertanggung jawab atas sampahnya.

Pemilahan Jadi Solusi

Pemerintah perlu mewajibkan pemilahan sampah di rumah tangga. Langkah ini dapat mengurangi beban TPA secara signifikan.

Selain itu, pemerintah dapat memberi insentif bagi warga yang patuh dan menerapkan sanksi bagi yang tidak disiplin.

Perlu Aturan Tegas

Kebijakan ini harus didukung aturan yang kuat agar tidak berhenti sebagai imbauan.

Kurangi Sampah dari Sumber

Solusi utama bukan menambah armada, tetapi mengurangi sampah dari sumbernya. Pemilahan di rumah tangga akan membuat sistem lebih efisien.

Tanggung Jawab Bersama

Perubahan ini memastikan semua pihak berkontribusi. Jika dilakukan konsisten, Makassar dapat keluar dari krisis sampah dan menjadi kota yang lebih bersih.

Penulis: Mashud Azikin