SULSEL— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat berbagai capaian positif dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Senin (24/3), Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, memaparkan peningkatan ekonomi daerah, penurunan kemiskinan ekstrem, serta pertumbuhan di berbagai sektor pembangunan.
Dalam laporan tersebut, jumlah penduduk miskin ekstrem di Sulsel mengalami penurunan signifikan, dari 1,56% pada 2019 menjadi 1,01% pada 2023.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat yang sempat terdampak pandemi telah pulih, mencapai Rp69,70 juta pada 2023.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi berjalan dengan baik.Kami juga mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel naik dari 71,66 pada 2019 menjadi 74,60 pada 2023, melampaui angka nasional,” ujar Jufri.
Dalam bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga 4,33% pada 2023, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 5,45%.
Sementara itu, sektor pendidikan tinggi juga mengalami kemajuan dengan peningkatan partisipasi yang membawa Sulsel naik dari peringkat keenam ke peringkat kelima nasional.
Di sektor infrastruktur, kemantapan jalan provinsi meningkat dari 62,52% pada 2019 menjadi 75,37% pada 2023. Indeks Lingkungan Hidup juga menunjukkan tren positif dengan angka 74,30 pada 2023, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Selain itu, upaya reformasi birokrasi terus membuahkan hasil dengan peningkatan skor dari 61,24 (kategori B) pada 2019 menjadi 74,21 (kategori BB) pada 2023.
Laporan kinerja keuangan daerah juga mencatat realisasi pendapatan daerah Sulsel mencapai Rp9,99 triliun atau 98,33% dari target APBD 2024 sebesar Rp10,1 triliun. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp10,056 triliun atau 97,48% dari target yang ditetapkan.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras bersama yang menjadi modal optimisme dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan,”tutup Jufri.
Penulis: Irwan







