Lintaskabar.id, Makassar — Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS): Diplomatic Tour Goes to Makassar 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan budaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara ini juga berhasil membuka peluang kolaborasi internasional dan memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Makassar kepada dunia.

Para delegasi memberikan respons positif selama mengikuti rangkaian kegiatan IGS di Makassar. Mereka menilai forum tersebut mampu mempererat hubungan antarpihak sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, menyebut Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Makassar mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama internasional.

Heru mengatakan, Kementerian Luar Negeri RI memanfaatkan gastrodiplomasi sebagai cara memperkuat hubungan melalui budaya dan kuliner. Menurutnya, pendekatan ini membantu daerah memperkenalkan keunggulan lokal kepada dunia.

“Para delegasi memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan IGS di Makassar. Mereka menilai kegiatan ini mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi baru,” ujar Heru. Rabu (24/6)

Kuliner Makassar Tarik Perhatian Delegasi

Selain membahas peluang kerja sama, para delegasi internasional juga tertarik dengan kuliner khas Makassar. Mereka melihat makanan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya yang memperkuat promosi daerah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan para delegasi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan IGS 2026.

“Mereka menyambut baik kegiatan ini. Selain memberikan banyak peluang kerja sama, mereka juga sangat terkesan dengan kuliner yang kami miliki,” ujar Munafri.

IGS 2026 Buka Peluang Investasi

Melalui kegiatan ini, Kementerian Luar Negeri RI mendorong Makassar memperluas promosi pariwisata, perdagangan, dan investasi.

IGS 2026 juga menjadi ruang bagi Makassar untuk membangun kerja sama dengan berbagai negara. Pemerintah berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kolaborasi yang memberi manfaat bagi perkembangan ekonomi daerah.

Kuliner yang diperkenalkan dalam IGS 2026 tidak hanya membawa identitas budaya Makassar, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkuat hubungan dan peluang investasi internasional. (Ar)