Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah berencana menerapkan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak harga minyak dunia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Bosowa (Unibos), Lukman Setiawan, menilai kebijakan ini sebagai langkah cepat menghadapi tekanan energi global.

“Dari perspektif ekonomi, kebijakan WFH (Work From Home) sebagai langkah penghematan BBM dapat dilihat sebagai solusi jangka pendek untuk menghadapi tekanan energi global,” ujarnya, Senin (23/3).

WFH Tekan Konsumsi Energi

Di satu sisi, Lukman menjelaskan WFH mampu mengurangi mobilitas kendaraan sehingga konsumsi BBM dan biaya operasional negara ikut turun.

Selain itu, pemerintah bisa lebih fleksibel mengatur penggunaan energi saat kondisi global tidak stabil. Tak hanya itu, pengurangan mobilitas juga membantu menekan kemacetan dan polusi udara di kota besar.

Tidak Berlaku untuk Semua Sektor

Namun demikian, ia menekankan tidak semua sektor bisa menerapkan WFH. Industri, transportasi, perdagangan, dan layanan publik tetap membutuhkan kehadiran fisik.

Di sisi lain, ia mengingatkan dampak terhadap ekonomi lokal. WFH berpotensi menekan pendapatan pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas pekerja kantor.

Dorong Energi Terbarukan

Oleh karena itu, Lukman mendorong pemerintah menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang.

“Diperlukan pemanfaatan yang maksimal terhadap energi terbarukan dalam rangka meningkatkan cadangan BBM nasional,” tegasnya. (Ir)