Lintaskabar.id, Makassar – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, Imam Fauzan AU mengenang pencapaian selama kurang lebih lima tahun memimpin partai besutan Muhamad Mardiono.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IX PPP Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Senin (22/12), Imam Fauzan menceritakan perjalanan politiknya yang penuh tantangan.

“Saya ingin cerita sedikit. Tepat 4 tahun 6 bulan yang lalu, nama saya muncul sebagai bakal calon ketua wilayah PPP. Saat itu, tidak ada satupun pihak eksternal yang menilai saya layak, bahkan para pengamat mengatakan anak muda belum waktunya memimpin PPP Sulsel,” ujarnya.

PPP Raih Posisi Strategis di DPR

Meski mendapat keraguan, Fauzan berhasil menempatkan kader PPP sebagai Wakil Ketua DPR di tingkat provinsi Sulsel untuk pertama kalinya sejak era reformasi 1998.

“Terima kasih kepada seluruh kader PPP di Sulsel yang telah mendukung. Ini bukan pencapaian saya pribadi, tapi pencapaian kita semua di Sulawesi Selatan,” ungkapnya penuh haru.

Keputusan Partai Selalu Diutamakan

Fauzan meminta maaf atas keputusan yang mungkin menimbulkan ketidakpuasan, sambil menegaskan bahwa setiap kebijakan selalu menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi.

“Dalam pengambilan keputusan, kami selalu mengutamakan kepentingan partai terlebih dahulu. Saya tahu banyak caleg mungkin masih kecewa, namun semua yang kami lakukan mendorong kebesaran PPP di Sulsel,” jelasnya.

Janji Membesarkan Partai Terwujud

Fauzan menegaskan, “Pada masa itu saya berjanji untuk membesarkan partai dan memajukan PPP di Sulsel. Saya menepati janji itu dengan menempatkan pimpinan di legislatif dan memperkuat struktur partai dari akar-akarnya, termasuk membangun kantor partai yang kini terealisasi berkat dukungan seluruh kader PPP di Sulsel.”

Peningkatan Suara PPP di Pemilu

Pria kelahiran 1996 itu menyoroti peningkatan suara PPP pada pemilihan umum (Pemilu) kemarin, di mana suara di tingkat provinsi naik lebih dari 100 ribu, sementara suara DPR di Kabupaten dan Kota meningkat antara 80 hingga 100 ribu.

“Meski pencapaian ini membanggakan, perjuangan partai belum berakhir. Kepengurusan selanjutnya memiliki potensi yang lebih besar,” tutup Fauzan. (Ar)