Lintaskabar.id, Makassar — Sebanyak 35 delegasi dari 28 negara akan menghadiri Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 di Makassar pada 23-25 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para delegasi terdiri atas duta besar, kepala perwakilan diplomatik, konsulat, dan pejabat kedutaan besar dari negara-negara sahabat Indonesia.

Kehadiran mereka menjadikan Makassar sebagai pusat diplomasi internasional sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, dan budaya.

Berdasarkan data panitia, rombongan tersebut terdiri atas delapan duta besar, 14 pasangan duta besar, tiga Chargé d’Affaires (CDA), satu kepala konsulat, dan tujuh perwakilan diplomatik.

Pemkot Promosikan Potensi Makassar ke Dunia

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi daerah kepada komunitas internasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah IGS 2026 sebagai peluang strategis untuk menarik investasi dan memperluas kerja sama global.

“Besok (Senin) tamu mulai berdatangan. Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia Timur. Melalui IGS 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Makassar tidak hanya kaya akan budaya dan kuliner, tetapi juga memiliki peluang investasi, pariwisata, serta sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Selanjutnya, para delegasi akan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari kunjungan wisata, pengenalan produk UMKM, jamuan kuliner khas Sulawesi Selatan, hingga forum kolaborasi internasional.

IGS Jadi Panggung Diplomasi dan Investasi

Selain mempererat hubungan antarnegara, IGS 2026 juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar internasional.

Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ajang bagi Makassar untuk menunjukkan kesiapan sebagai kota modern yang ramah investasi dan terbuka terhadap kemitraan global.

Dengan berkumpulnya delegasi dari 28 negara, Makassar kembali memperkuat posisinya sebagai gerbang Indonesia Timur yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

“Semangat kolaborasi, keberagaman budaya, dan keramahan masyarakat menjadi modal penting dalam memperkenalkan Makassar kepada dunia,” ungkapnya.

Karena itu, IGS 2026 tidak hanya menjadi forum diplomasi, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi ekonomi, budaya, dan masa depan Makassar kepada dunia. (Ar)