MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berkarakter bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-356 Sulawesi Selatan, Andi Sudirman memaparkan berbagai capaian strategis dan arah pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Sulsel ke depan.
“Visi kita menjadikan Sulawesi Selatan maju dan berkarakter, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, berakhlak, serta memperkuat perekonomian yang merata di seluruh wilayah,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur, Minggu (19/10).
Selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, berbagai program strategis berhasil dijalankan dengan efisiensi anggaran yang signifikan. Pemprov Sulsel mencatat penghematan lebih dari Rp1,4 triliun dari optimalisasi belanja di 52 perangkat daerah.
Andi Sudirman menegaskan, arah pembangunan Sulsel ke depan akan menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing dan berakhlak, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif.
“Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di semua lapisan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi anggaran sebesar Rp1,4 triliun tersebut diperoleh dari berbagai pos belanja, seperti perjalanan dinas, pengadaan rutin, belanja TPP, efisiensi dana transfer, dan sejumlah sektor lainnya.
Dari total efisiensi tersebut, sektor infrastruktur menjadi penerima alokasi terbesar sebesar Rp558,5 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, jembatan, embung, normalisasi sungai, serta pembangunan tanggul.
Sementara itu, sektor pendidikan mendapatkan hasil efisiensi sebesar Rp220 miliar, dan sektor kesehatan memperoleh Rp97,4 miliar sebagai prioritas utama peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, sektor kelautan mendapat alokasi Rp70,74 miliar, perhubungan sebesar Rp26,3 miliar, serta pertanian dan peternakan sebesar Rp84,88 miliar. Dana hasil efisiensi ini kemudian dialihkan untuk memperkuat program prioritas pemerintah daerah serta mendukung kebijakan nasional melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Tak hanya efisiensi, Pemprov Sulsel juga berhasil menjaga keseimbangan fiskal dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp4,83 triliun menjadi Rp5 triliun pasca penerapan Inpres 1/2025. Capaian ini menunjukkan tata kelola keuangan daerah yang semakin sehat dan produktif
Langkah penghematan tersebut tidak hanya memperkuat fiskal daerah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi. Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh KPK menunjukkan tren positif dengan peningkatan jumlah responden dari tahun ke tahun.
“Efisiensi ini bukan berarti memangkas pelayanan, tetapi menata kembali anggaran agar lebih tepat guna dan berdaya hasil tinggi,” tegas Andi Sudirman.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulsel tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Akhmad Wiyagus yang mewakili Menteri Dalam Negeri.
Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi, kabupaten/kota, mitra pembangunan, dan masyarakat Sulawesi Selatan atas kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025, di mana pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 5 persen, didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.
“Sulawesi Selatan adalah simpul harapan Indonesia Timur. Pelabuhan kita ramai, rel kereta mengalirkan logistik, dan layanan publik makin cepat serta bersahabat. Itulah bukti hadirnya negara di tengah rakyat,” ungkapnya.
“Selama layar masih terkembang dan angin kebijakan berpihak pada rakyat, kita tidak akan berlabuh sebelum sampai ke tujuan,” tutup Akhmad Wiyagus, disambut tepuk tangan meriah peserta rapat paripurna.
Penulis: Zulkifli






