MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai pembagian seragam sekolah secara gratis kepada siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (21/7).
Penyaluran seragam sekolah gratis ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan “Makassar untuk Semua” yang digagas oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Munafri-Aliyah).
Penyerahan tahap awal berlangsung di SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar, Senin (21/7), dengan pembagian seragam secara simbolis langsung dilakukan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Dalam kegiatan tersebut, Munafri memberikan secara simbolis dua pasang seragam utama, yakni merah-putih untuk siswa SD dan biru-putih untuk siswa SMP.
Hadir mendampingi dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar A. Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program pemberian seragam gratis merupakan prioritas utama Pemkot Makassar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Program ini bukan hanya sekadar memberi seragam, tetapi merupakan langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi para orang tua sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar,” jelas Munafri.
Ia juga berharap bahwa pembagian seragam gratis ini dapat menjadi awal untuk peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Pemkot Makassar akan melakukan evaluasi rutin setiap tahunnya untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan tanpa harus terbebani biaya tambahan.
“Semoga program ini membawa manfaat besar serta menjadi motivasi kita semua dalam menjadikan pendidikan sebagai landasan utama kemajuan Kota Makassar,” ungkap Munafri.
Tahun ini, setiap siswa baru mendapatkan dua pasang seragam sekolah. Pemkot juga telah menetapkan bahwa Senin hingga Kamis wajib memakai seragam sekolah, sedangkan hari Jumat siswa dapat mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas sopan.
“Tidak perlu membeli lagi seragam olahraga tambahan. Ini wujud komitmen kami dalam mengurangi pengeluaran orang tua siswa,” tegas Munafri yang berlatar belakang politisi tersebut.
Munafri juga berjanji bahwa pada tahun depan bantuan seragam ini dapat diperluas sejalan dengan kemampuan keuangan daerah, termasuk penambahan jenis seragam atau bentuk bantuan penunjang lainnya.
Ia juga menyoroti soal ketimpangan daya tampung sekolah-sekolah negeri, khususnya saat momentum penerimaan siswa baru.
“Ada sekolah yang masih kekurangan siswa, sementara sekolah lainnya justru penuh bahkan kelebihan siswa. Ke depan, distribusi murid harus lebih merata. Tidak boleh terpusat hanya di satu atau dua sekolah saja,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa di SMP 46 Makassar masih tersedia sekitar 20 kuota siswa baru yang belum terpenuhi.
Sebagai langkah solutif, Pemkot Makassar akan segera membangun enam ruang kelas baru di beberapa sekolah yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kompetensi guru agar kualitas pendidikan merata, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Kepada para guru dan kepala sekolah, Munafri berpesan agar terus meningkatkan kemampuan, mengikuti perkembangan zaman, serta menghindari perilaku yang tidak mendidik.
“Saya tidak ingin guru-guru viral di media sosial karena hal-hal yang negatif. Yang saya inginkan adalah guru menciptakan inovasi dalam metode pembelajaran yang membentuk karakter dan kecerdasan anak didik,” tegasnya.
“Guru harus menjadi panutan sekaligus pengganti peran orang tua selama siswa berada di lingkungan sekolah,” tutup Munafri.
Penulis: Ardhi







