Lintaskabar.id, Makassar – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menanggulangi banjir mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Makassar. Salah satu langkah yang kini dikaji adalah rencana relokasi warga di kawasan rawan genangan, seperti Blok 10 Antang dan BTN Kodam 3.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rencana pemindahan sekitar 400 rumah ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp400 miliar. Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Makassar, Muchlis Misbah menyatakan bahwa dewan siap mendukung program tersebut demi keselamatan dan kenyamanan warga.

“Program ini tujuannya sangat mulia, menyelamatkan banyak orang agar terhindar dari banjir. Apalagi ada kompensasinya. Jadi, kami tentu mendukung dan mendoakan agar segera terealisasi,” ujar Muchlis, Rabu, 21 Mei 2025.

Politisi Partai Hanura itu menilai, dari sisi sosial, relokasi warga merupakan langkah perlindungan nyata terhadap masyarakat yang selama ini tinggal di wilayah rawan banjir.

Selain sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan genangan, program relokasi ini juga dianggap bisa menjadi langkah konkret Pemkot Makassar dalam membangun kawasan yang lebih aman dan layak huni.

Namun, Muchlis memberi beberapa catatan penting agar pelaksanaan relokasi tidak merugikan warga. Salah satunya, lokasi baru harus memperhatikan jarak dengan sumber mata pencaharian masyarakat.

“Kalau mata pencaharian mereka misalnya petani, tentu jangan jauh dari lahan garapannya. Tapi kalau pegawai, mungkin tidak masalah. Hal-hal seperti ini harus dikaji dengan baik,” jelasnya.

Meski masih perlu pengkajian lebih lanjut, Muchlis menegaskan dukungan penuh DPRD terhadap setiap program pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat. Ia berharap relokasi nantinya dapat berjalan optimal dan disertai fasilitas penunjang yang memadai.

“Kalau memang ada relokasi, sebaiknya juga dipertimbangkan pembangunan fasilitas umum seperti sekolah. Intinya, program ini sangat mulia karena menjadi solusi nyata mengatasi banjir di Kecamatan Manggala dan sekitarnya,” tutupnya. (Ar)