Lintaskabar.id, Makassar – Kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang kembali memperbolehkan pemerintah daerah menggelar kegiatan pemerintahan di hotel dan restoran dinilai mampu memberikan angin segar bagi sektor ekonomi, khususnya industri perhotelan yang terdampak pandemi.
Di Kota Makassar, kebijakan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk legislatif dan eksekutif. Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menilai kebijakan tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk menggerakkan kembali perekonomian daerah melalui sektor jasa dan pariwisata.
“Langkah ini sangat positif. Banyak hotel kehilangan tamu dan kegiatan selama pandemi, bahkan harus mengurangi karyawan. Jika kegiatan pemerintahan kembali dilaksanakan di hotel, maka perputaran ekonomi bisa kembali berjalan,” ujar Tri, Jumat (20/6).
Meski demikian, Tri menegaskan pentingnya perencanaan anggaran yang matang agar kebijakan ini tetap efisien. Ia menilai pembahasan APBD Perubahan 2025 dapat menjadi momentum untuk menyesuaikan kebutuhan anggaran kegiatan tersebut.
Selain aspek keuangan, Tri juga menyoroti sisi ketenagakerjaan. Ia meminta pihak hotel untuk memprioritaskan tenaga kerja lama yang sempat dirumahkan selama pandemi.
“Kami menerima laporan bahwa masih ada pekerja lama yang belum dipekerjakan kembali. Jangan sampai mereka yang berpengalaman justru tidak diberi kesempatan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pemerintahan di hotel bersifat kondisional dan disesuaikan dengan kebutuhan teknis serta efisiensi anggaran.
“Kalau memang fasilitas di kantor tidak mencukupi, hotel bisa dijadikan alternatif. Namun, prinsip efisiensi dan efektivitas anggaran tetap kami jaga,” jelasnya.
Munafri mencontohkan kegiatan Musrenbang RPJMD Kota Makassar yang digelar di ruang publik Karebosi sebagai bentuk penghematan sekaligus inovasi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
Kebijakan Mendagri ini diharapkan tidak hanya membantu memperlancar administrasi pemerintahan daerah, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang terdampak pandemi melalui pemberdayaan sektor hotel dan restoran. (Ar)







