Lintaskabar.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar memastikan calon peserta didik yang belum lolos ke sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tetap bisa melanjutkan pendidikan. Melalui kerja sama dengan 67 sekolah swasta, pemerintah menanggung seluruh biaya pendidikan sehingga siswa dapat bersekolah secara gratis.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan program tersebut menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri sekaligus menjamin setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Jadi, kolaborasi dengan sekolah swasta yang seluruh biayanya ditanggung Pemerintah Kota Makassar, ini menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, sekaligus memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan yang layak,” jelas Achi.
Pernyataan itu disampaikan Achi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari terakhir pendaftaran dan verifikasi jalur domisili SPMB tingkat SMP, Jumat (26/6/2026).
Disdik Makassar Pastikan Verifikasi SPMB Berjalan Lancar
Achi meninjau pelaksanaan verifikasi di SMP Negeri 1 Makassar, SMP Negeri 3 Makassar, dan SMP Negeri 24 Makassar. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, transparan, dan tanpa kendala.
Setelah memantau langsung proses di lapangan, Achi menegaskan seluruh sekolah menjalankan verifikasi dengan baik.
“Dari hasil pantauan kami di sekolah, tidak ada kendala berarti. Semua proses berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Achi didampingi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Makassar, Andi Akhmad Muhajir Arif, dan Kepala Seksi Manajemen SMP, Sulaeman.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa sistem melakukan seleksi jalur domisili secara objektif berdasarkan jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah tujuan. Masyarakat juga dapat memantau hasil peringkat secara terbuka melalui sistem SPMB.
“Perankingan SPMB berdasarkan jarak domisili dan semuanya bisa dilihat secara transparan melalui sistem,” katanya.
Pemkot Gandeng 67 Sekolah Swasta untuk Perluas Akses Pendidikan
Achi mengakui jumlah pendaftar di beberapa kecamatan padat penduduk masih melampaui kapasitas sekolah negeri. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menggandeng 67 sekolah swasta agar seluruh siswa tetap memperoleh tempat belajar tanpa biaya.
“Tahun 2026 ini sekolah swasta ikut mengakomodasi anak-anak kita dan itu tidak berbayar, biaya ditanggu Pemeritnah Kota,” tuturnya.
Menurut Achi, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dan sekolah swasta dalam memperluas akses pendidikan.
“Ini, patut masyarakat apresiasi karena Pemerintah Kota dan Sekolah Swasta telah membantu menyediakan akses pendidikan bagi siswa di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan jumlah sekolah swasta mitra bahkan lebih banyak dibandingkan sekolah negeri yang masih memiliki sisa daya tampung.
“Kalau dilihat perbandingannya, sekolah swasta justru lebih banyak mengakomodasi anak-anak kita. Ini menunjukkan semangat bersama untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Makassar,” ungkapnya.
Sekolah Swasta Bantu Wilayah Blind Spot
Selain menambah daya tampung, sekolah swasta mitra juga membantu siswa yang tinggal di kawasan blind spot atau wilayah dengan akses terbatas ke sekolah negeri. Melalui pilihan sekolah keempat dan kelima di sistem SPMB, siswa tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan.
“Daerah blind spot juga terbantu karena sekolah swasta mengakomodasi anak-anak yang jarak rumahnya cukup jauh dari sekolah negeri,” tambahnya.
Hasil Seleksi Diumumkan Mulai 27 Juni
Achi menyampaikan masyarakat dapat mengakses hasil seleksi jalur domisili mulai Sabtu (27/6/2026) pukul 00.00.
“Bisa diakses nanti malam tepat pergantian hari pukul 00.00. Saat itu hasil pengumuman sudah keluar,” ujarnya.
Ia mengimbau orang tua segera melengkapi dokumen pendaftaran ulang, seperti akta kelahiran, kartu keluarga, surat keterangan lulus, pas foto, dan berkas lain sesuai ketentuan sekolah.
“Lengkapi seluruh berkas administrasi agar proses pendaftaran ulang berjalan lancar dan tidak ada yang tertinggal,” pesannya.
Pendaftaran jalur domisili berlangsung pada 22–26 Juni 2026. Selanjutnya, pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada 27 Juni, sedangkan daftar ulang, verifikasi, dan validasi berlangsung pada 28–30 Juni 2026.
Disdik Siapkan Pengisian Kuota Kosong dan Gagas Sekolah Tanpa PR
Di sisi lain, Achi mengatakan Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kuota jalur non-domisili setelah proses daftar ulang selesai. Jika masih terdapat kursi kosong, sistem akan mengisi berdasarkan urutan jarak domisili sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2026.
“Kalau masih ada kuota kosong, sistem akan menarik calon murid berdasarkan jarak domisili terdekat sesuai aturan dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2026,” tegasnya.
Selain itu, Achi menegaskan pentingnya menjaga jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar agar proses pembelajaran lebih efektif. Dinas Pendidikan Kota Makassar juga tengah menyiapkan kebijakan pembelajaran tanpa pekerjaan rumah (PR).
“Ke depan kami juga sedang menggagas agar tidak ada lagi pekerjaan rumah. Proses belajar diharapkan bisa lebih maksimal diselesaikan di sekolah,” tutupnya. (Ar)







