MAKASSAR — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar puncak perayaan Dies Natalis ke-64 di Pelataran Barat Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengangkat tema “Together We Rise, Stronger We Stand”, acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Hadir dalam kegiatan ini jajaran pimpinan universitas, Ketua dan Sekretaris Senat Akademik, Majelis Wali Amanat, serta sivitas akademika FISIP Unhas.

Sejumlah aktivitas seperti senam Zumba, penampilan mahasiswa, serta pembagian door prize turut memeriahkan suasana, yang sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan family gathering.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt menyampaikan apresiasi atas usia ke-64 FISIP Unhas yang dinilainya sebagai wujud kematangan institusi.

Ia juga menegaskan komitmen Unhas dalam mempertahankan pelayanan optimal di tengah kebijakan efisiensi nasional.

“Meski pemerintah melakukan efisiensi anggaran, kami di Unhas memastikan seluruh dana alokasi fakultas tetap utuh, tanpa pemotongan. Ini merupakan komitmen pimpinan agar produktivitas unit kerja tetap terjaga,” ungkap Prof. Subehan.

Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai upaya kampus dalam memperjuangkan kesejahteraan dosen di tengah keterbatasan regulasi terkait pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Sebagai alternatif, Unhas menaikkan Insentif Kinerja Wajib (IKW) sebesar 50% serta menyiapkan skema hibah dan reward dengan alokasi anggaran yang terus meningkat.

“Tahun lalu kami menganggarkan Rp54 miliar untuk berbagai program insentif dosen. Tahun ini jumlahnya hampir Rp65 miliar. Dosen yang aktif berkarya dalam tridharma perguruan tinggi akan memperoleh tambahan penghasilan sesuai kontribusinya,” jelasnya.

Selain itu, Unhas tetap memperjuangkan pencairan Tukin melalui koordinasi dengan berbagai pihak di lingkup PTNBH dan PTN secara umum, seraya tetap realistis terhadap kondisi keuangan negara.

Sebagai PTNBH, Unhas memaksimalkan potensi pendapatan lain tanpa membebani mahasiswa, seperti tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta mengurangi kuota penerimaan Jalur Mandiri menjadi hanya 19,64% dari total daya tampung tahun 2025.

“Salah satu strategi kami adalah optimalisasi dana abadi Unhas, yang diinvestasikan ke berbagai unit usaha. Hasil keuntungannya digunakan untuk mendukung operasional kampus dan kesejahteraan dosen,” tambah Prof. Subehan.

Beberapa program pendukung kesejahteraan dosen yang telah berjalan di Unhas di antaranya reward publikasi jurnal bereputasi, bantuan biaya publikasi (APC), insentif penulisan buku, pensiun guru besar, bantuan studi doktoral, dana seminar internasional, hingga pemeriksaan kesehatan bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Dengan sistem insentif berbasis kinerja yang diterapkan, dosen Unhas yang produktif akan mendapat penghasilan tambahan, sekaligus mendorong peningkatan reputasi institusi di kancah nasional dan internasional.

Penulis: Anugrah