MAKASSAR- Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, secara resmi membuka Pameran Arsip bertema “Makassar Tempo Dulu” yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan Kota Makassar di Anjungan City of Makassar, Pantai Losari, kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara ini menghadirkan nuansa sejarah yang mendalam melalui koleksi arsip yang menggambarkan perjalanan Kota Makassar dari masa ke masa.

Dalam sambutannya, Andi Arwin Azis menyoroti pentingnya arsip sebagai lebih dari sekadar dokumen administrasi, melainkan sebagai saksi bisu sejarah yang menyimpan banyak nilai berharga bagi pemerintahan dan masyarakat.

“Arsip berperan penting dalam kelangsungan pemerintahan. Tidak hanya sebagai alat dokumentasi, tetapi juga sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Pameran ini juga dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sejarah yang terekam dalam arsip. Menurut Andi Arwin, arsip adalah cermin perkembangan Kota Makassar yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Kami berharap pameran ini menginspirasi masyarakat untuk lebih menghargai arsip sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya kota.”

Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Aulia Arsyad, menambahkan bahwa pameran ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh dinasnya.

Dengan menampilkan berbagai arsip penting, pengunjung diajak untuk menelusuri jejak sejarah Makassar dari sudut pandang yang berbeda.

“Pameran ini tidak hanya sebagai etalase arsip, tetapi juga sarana edukasi tentang pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan arsip,” kata Aulia.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan arsip yang baik harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Arsip yang dikelola dengan baik akan bermanfaat bagi generasi mendatang dan meningkatkan akuntabilitas pemerintahan,” lanjutnya.

Pameran ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru, mengajak pengunjung untuk lebih mendalami sejarah dan budaya Kota Makassar melalui arsip yang tersimpan rapi.

“Kami ingin wisata sejarah di Makassar tidak hanya berfokus pada monumen atau bangunan bersejarah, tetapi juga pada arsip yang menyimpan cerita di balik perjalanan kota ini,” tutup Aulia.**