SULSEL- Seorang tokoh muda dari Luwu Utara,Bahtiar Manadjeng menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap janji Calon Gubernur Sulsel, Danny Pomanto, yang ingin mengubah Luwu Utara (Lutra) menjadi kota wisata sungai.
Menurutnya, janji tersebut tidak tepat dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang telah lama berjuang melawan banjir.
Bahtiar, yang akrab disapa Batti, menyatakan bahwa Danny seharusnya lebih fokus pada persoalan utama masyarakat, terutama masalah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menyebabkan banjir berkepanjangan di beberapa kecamatan di Lutra.
Tiga sungai besar—Rongkong, Masamba, dan Baliase—sering menyebabkan bencana, menenggelamkan desa-desa dan merusak lahan pertanian.
“Masyarakat Lutra butuh solusi nyata, seperti pembangunan bendungan dan perbaikan tanggul, bukan menjadikan sungai sebagai objek wisata,” tegas Batti.
Menurutnya, bendungan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani akan meningkat.
Batti juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur untuk mencegah bencana berulang.
Sebagai kawasan agraris, lanjutnya, Lutra lebih memerlukan irigasi yang baik untuk mendukung pertanian, peternakan, dan perikanan, bukan pariwisata sungai yang dianggap tidak relevan dengan kondisi nyata.
“Dengan bendungan dan irigasi yang baik, masyarakat akan lebih cepat sejahtera,” tutupnya.**







