MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi meresmikan peluncuran Bus Trans Sulsel di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada Senin (14/7).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak 27 unit bus mulai beroperasi melayani kawasan strategis Mamminasata yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Sungguminasa (Gowa), dan Kabupaten Takalar.

Program ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menyediakan transportasi publik yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa layanan Bus Trans Sulsel masih diberikan secara gratis untuk masyarakat.

Ia berharap kehadiran moda ini akan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

“Hari ini adalah tonggak awal bagi transformasi transportasi publik di Sulsel. Saat ini masih disubsidi pemerintah, dan ke depannya kita akan lihat respons masyarakat agar transisi menuju layanan berbayar bisa berlangsung mulus tanpa membebani mereka,” ujarnya.

Andi Sudirman juga menjelaskan bahwa program Bus Trans Sulsel merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sulsel, Perum DAMRI, dan berbagai mitra strategis.

Dalam kesempatan ini, Pemprov juga resmi mengambil alih pengelolaan dua koridor Trans Mamminasata yang sebelumnya disubsidi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI).

Adapun dua rute awal yang mulai beroperasi yaitu:

Koridor 1: Panakukkang Square – Pelabuhan Galesong (Kabupaten Takalar)

Koridor 2: Kampus Unhas Tamalanrea – Stasiun Kereta Api Mandai melalui Bandara Sultan Hasanuddin

“Insya Allah, kita akan fokus dulu menyempurnakan layanan di kawasan Mamminasata. Setelah jaringan di sini terkoneksi dengan baik, baru kita perluas ke kabupaten dan kota lainnya di Sulsel,” jelasnya.

Acara peluncuran ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, Direktur Utama Perum DAMRI Setia N Milatia Moemin, unsur Forkopimda Sulsel dan Mamminasata, serta para kepala daerah dari wilayah-wilayah yang dilalui rute Bus Trans Sulsel.

Penulis: Ardhi