MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar kembali menghadirkan inovasi untuk memastikan kebutuhan pangan warganya terpenuhi dengan harga terjangkau.
Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bekerja sama dengan TP PKK Makassar, langkah nyata ini menjadi wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat.
Tidak hanya sekadar menyediakan kebutuhan pokok dengan harga bersahabat, program ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu, yang akan jatuh pada 22 Desember mendatang.
Kegiatan GPM yang digelar Jumat kemarin di Pelataran Parkir Lantai 2 Kantor TP PKK Makassar, berhasil menarik antusiasme warga.
Dalam kesempatan itu, berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung dijual dengan harga terjangkau.
Tak ketinggalan, produk olahan seperti ayam nugget, telur, serta sayur-mayur segar juga turut meramaikan pasar murah ini.
Kepala DKP Makassar, Alamsyah Sahabuddin, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat membuat stok pangan dari Bulog dan distributor lainnya habis terjual.
“Alhamdulillah, komoditi seperti beras sekitar 1,5 ton, Minyak Kita sebanyak 20 dos, serta gula dan terigu habis semua. Ini menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi masyarakat,” jelas Alamsyah.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 42 kali sepanjang tahun 2024, menjadikannya salah satu program unggulan DKP untuk memperkuat ketahanan pangan.
GPM juga membuka ruang bagi kelompok wanita tani di lorong-lorong wisata untuk memasarkan produk olahan mereka.
Ini merupakan upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memperkuat sinergi antar komunitas.
“Kami libatkan kelompok wanita tani untuk menjual hasil olahan pangan mereka. Ini sekaligus mendukung ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat,” tambah Alamsyah.
Ketua Pokja 3 TP PKK Makassar, Evi Mappangara, menyoroti pentingnya program ini sebagai wujud nyata kolaborasi pemerintah dan TP PKK dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung produk lokal dari kelompok wanita tani,” ujar Evi.
Ia berharap program ini menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi menciptakan stabilitas pangan dan memberdayakan masyarakat di tingkat keluarga.
Gerakan Pangan Murah tak hanya menjadi solusi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal.
Dengan kolaborasi yang kuat, program ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan di Kota Makassar.**







