Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya menghadirkan solusi nyata demi pemerataan pembangunan.
Pemkot Makassar Siapkan Anggaran Rp4 Miliar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengarahkan Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengalokasikan Rp4 miliar pada tahun 2026. Anggaran itu akan membiayai pembangunan perluasan jalan di Kajejeng, Kecamatan Manggala, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa.
Kadis PU Tinjau Lokasi dan Pastikan Kondisi Lapangan
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, memimpin tim Bidang Jalan dan Jembatan meninjau langsung lokasi rencana proyek di Romang Tangayya, Kecamatan Manggala. Melalui peninjauan itu, tim memverifikasi kondisi akses jalan yang selama ini warga keluhkan, terutama saat musim hujan.
Pekerjaan Ditarget Mulai Pertengahan 2026
Pemkot telah memasukkan proyek ini ke dalam APBD pokok dengan nilai Rp4 miliar. Karena itu, Dinas PU menjadwalkan pengerjaan fisik dimulai secepatnya pada pertengahan 2026.
Jalan Berlumpur dan Membahayakan Warga, Terutama Siswa
Zuhaelsi menjelaskan bahwa medan di lokasi sangat memprihatinkan. Jalan sepanjang sekitar 500 meter atau lebih dipenuhi lumpur, licin, dan sulit dilalui.
“Kemarin saya pergi tinjau lokasi, memang lebih hancur medannya, berlumpur yang dalam, licin, dan ngeri. Sehingga kami lakukan perbaikan secepatnya sesuai arahan Pak Wali Kota,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).
Selain menghambat aktivitas warga, kondisi jalan yang rusak parah dan kerap tergenang juga meningkatkan risiko kecelakaan. Terlebih lagi, para siswa melintasi jalur itu setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah.
Dinas PU Percepat Proses dan Fokus pada Jalan yang Lebih Kokoh
Untuk mempercepat manfaat, Dinas PU mempercepat tahapan perencanaan hingga pelaksanaan. Saat pengerjaan dimulai, tim memprioritaskan peningkatan kualitas dan pelebaran badan jalan agar lebih kokoh serta tahan terhadap genangan air saat musim hujan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Khususnya di kawasan perbatasan, serta menjawab langsung aspirasi masyarakat yang selama ini mengharapkan akses jalan yang layak dan aman,” tuturnya .
Warga Selama Ini Gunakan Sampan Saat Banjir
Langkah Pemkot ini menjawab aspirasi warga Kampung Romang Tangayya. Selama musim penghujan, banjir sering menutup akses jalan sehingga warga—termasuk siswa—memakai sampan untuk menuju sekolah dan menjalankan aktivitas. Padahal jalur tersebut menjadi rute terdekat dan paling efisien dibanding alternatif lain.
Peninjauan Akhir 2025 Jadi Dasar Tindak Lanjut
Sebagai latar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya meninjau langsung akses jalan perbatasan Romang Tangayya pada akhir 2025. Setelah melihat kerusakan parah, Appi menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk perbaikan jalan beton demi meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan bagi warga. (Ar)







