JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi akhirnya buka suara mengenai polemik pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah pemotongan secara langsung, melainkan pengalihan sebagian dana untuk program yang manfaatnya tetap dirasakan masyarakat di daerah.
“Transfer daerah kini terbagi menjadi dua skema, yaitu transfer langsung dan tidak langsung. Untuk yang bersifat tidak langsung, dana disalurkan melalui program-program pemerintah pusat yang penerimanya adalah masyarakat di daerah,” jelas Prasetyo di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/10).
Salah satu contoh program tersebut ialah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pendanaannya berasal dari APBN. Menurut Prasetyo, meskipun bersumber dari anggaran pusat, program ini memberikan manfaat ke seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau dihitung dari anggaran APBN, nilainya sekitar Rp335 triliun dalam satu tahun berjalan. Dana sebesar itu juga dinikmati oleh masyarakat di seluruh daerah,” tambahnya.
Sebelumnya, kebijakan pemangkasan transfer daerah menuai reaksi keras dari sejumlah kepala daerah. Sebanyak 18 gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mendatangi Kementerian Keuangan untuk menyampaikan protes langsung kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (7/10).
Beberapa di antaranya ialah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Dalam pertemuan itu, Mualem menyebut anggaran provinsinya mengalami pemotongan hingga 25 persen, dan ia menilai kebijakan tersebut memberatkan pemerintah daerah.
“Kami meminta agar anggaran tidak dipotong, karena beban pembangunan di provinsi tetap besar,” tegasnya seusai bertemu Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat.
Kebijakan ini diharapkan dapat dipahami dalam konteks pemerataan manfaat, bukan sekadar pengurangan alokasi dana. Pemerintah menilai langkah ini sebagai upaya memastikan setiap daerah tetap mendapat porsi manfaat melalui berbagai program nasional.
Penulis: Zulkifli







