MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program “Jumat Bersih” pada Jumat (11/7), bertempat di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Inisiatif ini menjadi langkah awal Pemkot dalam membangun budaya bersih dan sehat di tengah masyarakat.
“Dari sini kita mulai. Pannampu menjadi titik awal untuk menjadikannya sebagai kelurahan percontohan nasional dalam hal pengelolaan kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Makassar Zulkifly Nanda, Anggota DPRD Makassar Ismail, Tim Ahli Pemkot Fadly Padi, Kepala DLH Helmy Budiman, serta pimpinan BUMD dan SKPD lainnya.
Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan aktif masyarakat, Jumat Bersih diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong serta kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Fokus kegiatan meliputi pembersihan permukiman, jalan, hingga drainase, serta penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu dari rumah tangga ke bank sampah.
Munafri menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata komitmen untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang sehat, tertata, dan penuh integritas.
“Jumat Bersih akan menjadi kegiatan rutin mingguan di semua kelurahan, dan Pannampu kami jadikan titik awal sekaligus simbol kebangkitan budaya bersih di Makassar,” ujar Appi.
Gerakan ini merupakan bagian dari agenda pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (Appi–Aliyah).
Tidak hanya soal mengangkat sampah, tapi juga membentuk kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah pondasi bagi kualitas hidup masyarakat.
Seluruh elemen kota terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari staf Pemerintah Kota, jajaran Perusda, camat, lurah, hingga warga setempat. Mereka bersama-sama membersihkan saluran air, ruang publik, serta lingkungan pemukiman.
Munafri mengungkapkan alasan pemilihan Kelurahan Pannampu sebagai lokasi awal karena wilayah tersebut dianggap potensial mewakili Makassar di tingkat nasional.
“Pannampu ini kita jadikan kebanggaan bersama. Kita kerahkan semua sumber daya untuk mewujudkan standar terbaik dalam pengelolaan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan utamanya adalah membangun budaya bersih yang berkelanjutan di seluruh kelurahan, bukan semata-mata untuk lomba atau seremoni belaka.
Pemkot Makassar juga akan menyediakan sarana pendukung, seperti tempat sampah terpilah di rumah warga, biopori, dan bank sampah. Kebiasaan kecil seperti memilah sampah rumah tangga organik dan anorganik dianggap sebagai kunci perubahan besar.
“Kebersihan tidak selalu mahal, tapi mencerminkan kepedulian. Kalau setiap rumah memulai, maka dampaknya akan besar. Kita bisa mengurangi beban TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, Jumat Bersih juga dimaknai sebagai simbol integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik. Munafri menyampaikan bahwa Makassar bersih berarti bersih dari sampah sekaligus dari praktik tidak sehat dalam pemerintahan.
Ia juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi dengan target menjadikan Pannampu sebagai model zero waste yang dapat direplikasi ke kelurahan lain.
“Setiap Jumat, kita akan lanjutkan ke wilayah lain. Kelurahan yang berhasil menjaga kebersihannya dengan konsisten akan kami apresiasi,” pungkas Munafri.
Gerakan Jumat Bersih diharapkan menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, dan berintegritas. Semua warga pun diajak untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan mulai dari tempat tinggal masing-masing.
Penulis: Ardhi







