MAKASSAR – Program Studi (Prodi) Rekayasa Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mencuri perhatian dengan menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Mangrove: e-DNA and Bioprospecting”.
Acara tersebut diselenggarakan Senin kemarin di Ruang Rapat Senat, Lantai 2 Fakultas Kehutanan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, dan dihadiri oleh para pakar nasional dan internasional.
Ketua Prodi Rekayasa Kehutanan, Prof. Siti Halimah Larekeng menyampaikan rasa terima kasih kepada para narasumber yang bersedia berbagi wawasan tentang potensi mangrove dalam perspektif e-DNA dan bioprospeksi.
“Kehadiran narasumber hari ini sangat berarti. Kami berharap mahasiswa dan peserta dapat memperoleh wawasan baru yang bermanfaat dalam upaya pelestarian mangrove serta memanfaatkan sumber daya alam ini secara berkelanjutan,” ujar Prof. Halimah.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber ternama: Prof. Mohammad Basyuni, dari Center of Excellence for Mangrove Universitas Sumatera Utara, yang membawakan materi bertema “Bioprospecting Status and Opportunities in Southeast Asian Mangroves”, dan Dr. Yukinobu Ishowa dari Iriomote Station, Tropical Biosphere Research Center, University of the Ryukyus, Jepang.
Dalam pemaparannya, Prof. Mohammad Basyuni menyoroti pentingnya mangrove sebagai ekosistem yang multifungsi.
Mangrove tidak hanya menjadi tumpuan kehidupan masyarakat pesisir, tetapi juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim, pariwisata, dan perikanan.
“Namun, kita menghadapi tantangan besar karena hutan mangrove di seluruh dunia semakin menyusut akibat perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, serta aktivitas manusia seperti pembangunan dan polusi,” ungkap Prof. Basyuni.
Mangrove juga menawarkan potensi besar untuk bioprospeksi berkat kandungan genetik unik, senyawa kimia bernilai tinggi, dan keanekaragaman hayati yang melimpah. Sumber daya ini memiliki aplikasi luas di sektor pangan, medis, pertanian, hingga industri.
Kuliah umum ini tak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga menginspirasi upaya pelestarian mangrove yang berkelanjutan.
Dengan hadirnya kolaborasi lintas disiplin dan negara, Unhas menunjukkan komitmennya sebagai pusat pendidikan yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi.**







