Lintaskabar.id, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar Festival Tani Ternak (FTT) 2026 sebagai ajang promosi dan penguatan sektor pertanian serta peternakan. Pemkab menjadwalkan kegiatan ini pada 10–12 Februari 2026 di Pelataran Stadion Ganggawa, Pangkajene, Sidrap.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tema “Tanam – Panen – Hilirisasi” Dorong Pertanian Terintegrasi

FTT 2026 mengusung tema “Tanam – Panen – Hilirisasi” untuk menegaskan komitmen Pemkab Sidrap mendorong pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemkab menguatkan proses budidaya, meningkatkan hasil panen, lalu mengembangkan pengolahan serta pemasaran produk pertanian dan peternakan.

Festival Jadi Rangkaian Hari Jadi ke-682 Sidrap

Pemkab Sidrap memasukkan FTT 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-682 Sidenreng Rappang yang jatuh pada 18 Februari 2026. Melalui momentum ini, Pemkab memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menegaskan peran strategis pertanian dan peternakan dalam sejarah serta pembangunan Sidrap.

Beragam Agenda Edukatif dan Layanan Gratis

Penyelenggara menyiapkan berbagai kegiatan dalam FTT 2026, di antaranya:

  • Talkshow dan promosi produk pertanian serta peternakan
  • Pameran pakan ternak dan obat-obatan
  • Pameran alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta benih
  • Pelayanan kesehatan ternak gratis
  • Pelayanan pemeriksaan kesehatan masyarakat gratis
  • Display hewan kesayangan, seperti merpati, reptil, burung berkicau, ayam gagak, dan lain-lain
  • Tera timbangan gratis
  • Pentas seni dan sosialisasi oleh peserta FTT

Pemkab Perkuat Kolaborasi Petani, Peternak, dan Pelaku Usaha

Melalui festival ini, Pemkab Sidrap mempertemukan petani, peternak, pelaku usaha, penyedia sarana produksi, dan masyarakat dalam satu ruang kolaborasi. Pemkab menargetkan kolaborasi tersebut mempercepat adopsi teknologi, memperluas jejaring pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan peternakan.

FTT 2026 Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Pemkab Sidrap berharap rangkaian kegiatan yang edukatif dan aplikatif ini meningkatkan produktivitas, memperkuat kesejahteraan petani dan peternak, serta menggerakkan ekonomi daerah menuju Sidrap Maju dan Sejahtera. (Zi)