Lintaskabar.id, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggelar silaturahmi bersama Ketua RT/RW se-Kota Makassar untuk memperkuat pelayanan publik hingga tingkat lingkungan. Dalam pertemuan itu, ia menetapkan pelayanan warga dan kebersihan sebagai dua prioritas yang harus RT/RW jalankan secara konsisten.
Munafri Tegaskan RT/RW Jadi Ujung Tombak Pemerintah
Munafri menegaskan RT dan RW tidak hanya menjalankan urusan administratif. Ia menilai RT/RW menjadi ujung tombak pemerintah karena mereka berinteraksi langsung dengan warga setiap hari. Karena itu, ia meminta RT/RW membalas kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata, kepedulian, dan keterlibatan aktif saat warga menghadapi masalah.
Ia Minta RT/RW Responsif Tangani Keluhan Warga
Munafri mengingatkan RT/RW agar tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Ia menolak menerima laporan tentang RT/RW yang tidak responsif, enggan bergaul dengan warga, atau menolak menjalankan program pemerintah.
Pemkot Dorong Kolaborasi, Targetkan Layanan Terasa dalam Lima Tahun
Munafri menegaskan pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Ia mendorong RT/RW memperkuat kolaborasi karena mereka memahami kondisi wilayah paling kecil. Ia juga menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, warga merasakan layanan publik yang lebih baik, termasuk akses kesehatan, pemenuhan pangan, dan kesempatan kerja.
RT/RW Diminta Aktif Laporkan Masalah ke Lurah dan Camat
Munafri meminta RT/RW segera melaporkan persoalan di wilayah masing-masing kepada lurah dan camat. Ia menilai RT/RW harus memantau kondisi lingkungan, mulai dari persoalan sosial hingga infrastruktur, lalu mendorong penanganan yang cepat.
Munafri Tekankan Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Munafri juga menaruh perhatian khusus pada kebersihan. Ia meminta RT/RW mengelola sampah dari sumbernya dan mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan kebersihan menjadi fondasi kesehatan, sehingga pemerintah dan warga harus bergerak bersama.
Pemkot Siapkan Penghargaan RT/RW Terbaik
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar menyiapkan penghargaan bagi RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah. Munafri juga mendorong warga menggelar kerja bakti mingguan serta memanfaatkan bank sampah. Ia menilai sampah bernilai ekonomi, seperti botol plastik, bisa menambah pendapatan warga.
Pemkot Terapkan Pembebasan Retribusi Sampah Secara Terukur
Munafri menjelaskan Pemkot hanya membebaskan retribusi sampah bagi warga kurang mampu. Ia menggunakan daya listrik 900 watt sebagai salah satu indikator. Sementara itu, ia menolak permintaan pembebasan biaya dari warga kawasan perumahan tertentu karena pemerintah harus menjaga keadilan.
Wali Kota Wajibkan RT/RW Pakai Aplikasi Lontara
Munafri memperkenalkan sistem pengaduan digital melalui aplikasi Lontara dan mewajibkan semua RT/RW mengunduhnya. Ia meminta RT/RW memantau serta meneruskan aduan warga dengan cepat. Ia juga menegaskan aduan yang tidak ditindaklanjuti selama dua hari akan masuk ke ponsel pribadinya untuk evaluasi. Ia mencontohkan masalah jalan, sampah, dan drainase harus cepat ditangani.
Ia Minta RT/RW Tinggalkan Sekat Politik
Munafri meminta RT/RW meninggalkan sekat politik dan kepentingan kelompok. Ia menegaskan seluruh RT/RW kini bekerja sebagai bagian dari Pemerintah Kota Makassar dan harus menyukseskan program pembangunan.
Pemkot Perketat Tata Kelola Bansos agar Tepat Sasaran
Munafri menekankan bantuan sosial harus tepat sasaran, adil, dan transparan. Ia mendorong sistem pembagian sembako dan bansos berbasis digital serta melarang praktik pilih kasih. Ia menegaskan RT/RW tidak boleh menyalurkan bantuan berdasarkan kedekatan keluarga.
Program Prioritas: Seragam Gratis, Creative Hub, Air Bersih, hingga Stadion
Munafri menyampaikan program prioritas Pemkot, seperti seragam sekolah gratis untuk meringankan beban orang tua. Ia juga menyiapkan Makassar Creative Hub sebagai ruang pengembangan anak muda sekaligus penghubung pencari kerja dan pemberi kerja. Selain itu, ia mendorong PDAM memperluas akses air bersih ke wilayah yang selama puluhan tahun belum terlayani. Ia juga melanjutkan pembangunan Stadion Untia yang kini memasuki proses tender dan menargetkan selesai pada 2027–2028.
Munafri Larang Pungli, Minta RT/RW Awasi Oknum ASN
Di akhir arahannya, Munafri melarang pungutan liar di tingkat kelurahan. Ia meminta RT/RW bekerja sama dengan lurah untuk saling mengawasi serta melaporkan oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan atau fasilitas negara. Ia juga mengingatkan RT/RW menjaga kesehatan agar tetap prima saat melayani warga. (Ar)






