SULSEL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menetapkan 14 pasangan calon kepala daerah (cakada) terpilih pada Pilkada 2024.
Penetapan ini dijadwalkan pada 9 Januari 2025, menyusul diterbitkannya Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BPRK) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal ini menandai berakhirnya proses hukum di daerah yang tidak memiliki sengketa hasil pemilu.
Berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor 24/PL.02.7-SD/06/2025, KPU daerah wajib menetapkan pasangan calon terpilih dalam waktu maksimal tiga hari setelah BPRK diterima.
Namun, hal ini hanya berlaku bagi daerah yang bebas dari sengketa pemilu.
“Penetapan ini dilakukan di 14 daerah yang tidak memiliki sengketa hasil pemilu, sesuai data e-BRPK. Prosesnya akan berlangsung serentak pada 9 Januari 2025 untuk menjaga keseragaman pelaksanaan,” ujar Ahmad Adiwijaya, anggota KPU Sulsel, belum lama ini.
Ke-14 daerah yang akan menetapkan pasangan calon terpilih meliputi:
1. Kabupaten Gowa – Husniah Talenrang & Darmawangsyah Muin (225.429 suara)
2. Kabupaten Bantaeng – Muhammad Fathul Fauzy Nurdin & Sahabuddin (69.036 suara)
3. Kabupaten Sinjai – Ratnawati Arif & Andi Mahyanto (64.735 suara)
4. Kabupaten Bone – Andi Asman Sulaiman & Andi Akmal Pasluddin (199.954 suara)
5. Kabupaten Wajo – Andi Rosman & dr. Baso Rahmanuddin (130.061 suara)
6. Kabupaten Soppeng – Suwardi Haseng & Selle Ks Dalle (80.266 suara)
7. Kabupaten Maros – Chaidir Syam & A. Muetazim Mansyur (121.892 suara)
8. Kabupaten Barru – Andi Ina Kartika Sari & Abustan (47.765 suara)
9. Kabupaten Sidrap – Syaharuddin Alrif & Nurkanaah (113.390 suara)
10. Kabupaten Enrekang – Yusuf Ritangnga & Andi Tenri Liwang La Tinro (75.638 suara)
11. Kabupaten Tana Toraja – Zadrak Tombeg & Erianto Laso’ Paundanan (83.076 suara)
12. Kabupaten Luwu – Patahuddin & Muhammad Dhevy Bijak (97.775 suara)
13. Kabupaten Luwu Utara – A. Abdullah Rahim & Jumail Mappile (73.716 suara)
14. Kabupaten Luwu Timur – Irwan Bachri Syam & Puspawati Husler (88.748 suara).
Sementara itu, beberapa daerah seperti Kota Makassar, Parepare, Palopo, dan beberapa lainnya masih menghadapi sengketa di MK, sehingga penetapan paslon terpilih di wilayah tersebut ditunda.
Penulis:Ardhi







