MAKASSAR Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya menjadikan Kota Makassar sebagai pusat penyelenggaraan event-event besar, baik nasional maupun internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) 2025, di Hotel Gammara, Makassar, pada Sabtu (6/9).

Munafri mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar setiap bulan mulai tahun depan untuk mendukung berbagai kegiatan yang digelar di Kota Daeng.

“Insya Allah, mulai tahun depan bersama Ibu Wakil Wali Kota, kami akan menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar per bulan untuk mendukung event-event nasional yang diselenggarakan di Makassar,” ujar Munafri.

Ia menambahkan, anggaran tersebut tidak hanya untuk memperkuat posisi Makassar sebagai tuan rumah event berskala besar, tetapi juga sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Ribuan kamar hotel di Makassar, menurutnya, siap menampung para peserta event, sementara pelaku UMKM lokal akan mendapatkan peluang lebih besar untuk berpartisipasi.

“Kami ingin membangun sektor perhotelan yang profesional, mengajarkan masyarakat cara menerima tamu dengan baik, dan memperbaiki infrastruktur kota untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua peserta yang hadir,” kata Munafri.

Wali Kota Makassar itu juga optimis dengan posisi strategis kota ini yang akan terus berkembang dan maju. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada HDCI yang memilih Makassar sebagai tuan rumah Rakernas tahun ini.

“Acara ini sudah kami tunggu-tunggu, dan Insya Allah kota ini akan terus tumbuh dan maju,” ujarnya.

Munafri juga menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dalam organisasi HDCI. Meski ia mengakui tidak lagi aktif karena keterbatasan kepemilikan motor baru, ia menganggap HDCI sebagai wadah penting untuk membangun hubungan, belajar, dan saling mengingatkan antaranggota.

“Tidak ada yang lebih penting daripada kebersamaan dan persatuan. Semoga Rakernas ini menghasilkan program kerja yang bermanfaat, baik untuk anggota maupun masyarakat luas,” imbuhnya.

Politisi Golkar itu juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas HDCI, termasuk para tamu kehormatan, dan menyebut Makassar sebagai “kota lahirnya pemberani” yang kaya akan sejarah dan terus terbuka untuk kolaborasi dan pertumbuhan bersama.

Sebelum menutup sambutannya, Munafri menekankan pentingnya ketertiban lalu lintas, berharap agar HDCI dapat mengedukasi masyarakat bersama pihak kepolisian terkait aturan lalu lintas.

“Semoga teman-teman HDCI dapat membantu mengedukasi masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan hak-hak pengguna jalan,” pesan Munafri.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) 2025 yang digelar di Hotel Gammara, Makassar, juga menyoroti pentingnya solidaritas dan sinergi antar pengurus serta anggota HDCI di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jendral (Sekjen) HDCI, Husdi Karyono, menjelaskan bahwa Rakernas ini menjadi forum penting untuk merumuskan program kerja organisasi di masa depan.

“Pengurus pusat tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari seluruh pengurus daerah. Di sini kita bersama-sama memberikan masukan dan saran untuk menyusun program kerja yang lebih baik,” ungkap Husdi.

Husdi juga mengapresiasi suksesnya acara Sulawesi Bike Week dan Merdeka Ride yang mencatatkan rekor MURI dengan peserta terbanyak dan jarak terjauh di Sulawesi.

“Ini menunjukkan bahwa kegiatan kita memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambah Husdi.

Dengan hampir 90 persen kepengurusan yang hadir, Husdi menyatakan bahwa antusiasme tinggi peserta Rakernas kali ini menjadi bukti nyata kebersamaan yang menjadi modal utama HDCI dalam memasuki usia ke-35 dan mempersiapkan langkah ke depan.

Husdi menutup sambutannya dengan pesan agar kebersamaan, kekeluargaan, dan persaudaraan tetap dijaga agar HDCI terus memberikan manfaat, tidak hanya untuk anggotanya, tetapi juga masyarakat luas.

“Jangan ada yang merusak kebersamaan ini. HDCI adalah rumah besar yang harus kita rawat bersama, dengan persaudaraan dan kejujuran sebagai pondasi utamanya,” tutupnya.

Penulis: Ardhi