MOROWALI—Kawasan Industri PT IMIP Morowali memanas setelah aksi protes karyawan kontraktor berubah menjadi kericuhan pada Minggu (2/3).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Insiden ini berujung pada pembakaran mobil perusahaan serta perusakan pos pengamanan.

Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (APJAKER) Morowali menyatakan bahwa aksi tersebut terjadi secara spontan dan bukan hasil instruksi dari asosiasi mana pun.

Pemicu Kericuhan: Karyawan Dilarang Masuk

Dalam pesan suara yang beredar di berbagai grup WhatsApp, seorang aktivis APJAKER menjelaskan bahwa karyawan merasa kecewa setelah dua hari berturut-turut dilarang masuk ke perusahaan karena aturan transportasi baru.

“Aksi ini spontan, tidak ada perencanaan. Sebelumnya sudah ada aksi damai pada 26 Februari, tapi kali ini terjadi karena rasa sakit hati. Mereka harus menunggu bus dan tidak diizinkan menggunakan mobil pickup,” ungkap perwakilan APJAKER.

Ketidakseimbangan jumlah bus yang tersedia dengan jumlah karyawan menjadi pemicu utama ketegangan.

Banyak pekerja yang akhirnya nekat menggunakan kendaraan pribadi, termasuk mobil bak terbuka, yang dilarang oleh PT IMIP.

Bentrok Antar-Karyawan dan Respons Pihak Terkait

Selain merusak fasilitas perusahaan, kericuhan juga melibatkan bentrokan antar-karyawan.

Situasi sempat tak terkendali sebelum aparat keamanan turun tangan untuk meredam aksi anarkis tersebut.

Hingga saat ini, pihak PT IMIP belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Sementara itu, otoritas setempat dikabarkan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan.

Penulis: Natan