MAKKAH — Menjelang puncak ibadah haji 1446 H yang tinggal beberapa hari lagi, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia mencapai 100 orang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Jumat (30/5) pukul 18.50 WIB, mayoritas dari mereka adalah lansia dan laki-laki.

Sebanyak 53 persen jemaah wafat berusia lanjut, sementara sisanya berusia 41–64 tahun. Para jemaah sebelumnya menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Bandara, Madinah, dan Makkah.

Sebaran Asal Embarkasi

Data menunjukkan, jemaah terbanyak yang wafat berasal dari Embarkasi Solo (15 orang), diikuti oleh Jakarta-Bekasi dan Surabaya masing-masing 13 orang.

Lonjakan kematian tercatat pada pekan keempat Mei, dengan puncaknya terjadi pada Rabu, 28 Mei, sebanyak 13 jemaah wafat dalam satu hari.

Pelaksanaan Badal Haji

Pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji bagi jemaah yang wafat sebelum sempat menjalani wukuf di Arafah. Sebanyak 140 petugas disiapkan untuk menjalankan ibadah ini atas nama para jemaah yang meninggal.

Pemakaman di Tanah Suci

Jemaah yang wafat akan dimakamkan di Arab Saudi. Untuk yang wafat di Madinah, dimakamkan di Baqi, sedangkan di Makkah, biasanya dimakamkan di Ma’la atau Soraya, tergantung lokasi wafat.

Penulis: Zulkifli