MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak Muhammadiyah untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri acara Syawalan 1446 H yang digelar Pimpinan Muhammadiyah Kota Makassar di Masjid Al Markaz Al Islami, Sabtu kemarin.
“Atas nama Pemerintah Kota, kami mengajak Muhammadiyah untuk bersama-sama membangun Makassar yang kita cintai,” ujar Munafri di hadapan peserta acara.
Munafri menegaskan, kehadirannya di acara ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan kepada Muhammadiyah yang telah memberikan dukungan besar dalam Pilkada Makassar 2024.
Ia mengaku, sejak masa Pilwali, dirinya aktif membangun komunikasi dengan Muhammadiyah hingga akhirnya terpilih menjadi Wali Kota bersama Aliyah Mustika Ilham.
“Ini mungkin pertemuan resmi pertama saya dengan Muhammadiyah setelah dilantik. Kami hadir untuk berterima kasih, sekaligus mengajak berbagi tanggung jawab membangun kota,” lanjutnya.
Munafri mengungkapkan, saat ini Makassar menghadapi berbagai tantangan sosial yang mulai mengganggu stabilitas pemerintahan. Karena itu, ia mengharapkan Muhammadiyah berperan aktif menjadi kontrol sosial di masyarakat.
“Potensi besar Muhammadiyah dalam dakwah dan pendidikan sangat dibutuhkan untuk membina generasi muda, agar terhindar dari pengaruh negatif media sosial dan pergaulan bebas,” tegasnya.
Ia menyinggung fenomena sosial baru-baru ini, yakni peristiwa di sebuah tempat hiburan malam yang memperlihatkan perilaku sesama jenis secara terbuka.
Menurutnya, kejadian seperti ini mengganggu upaya pembentukan karakter generasi masa depan yang beradab, padahal bangsa ini tengah menyiapkan generasi emas 2045.
“Kalau adab dan budi pekerti sudah diabaikan sejak sekarang, bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang unggul?” kata Ketua IKA FH Unhas itu.
Selain itu, Munafri juga meminta Muhammadiyah untuk terlibat dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) bersama DPRD dan Pemerintah Kota Makassar.
“Kami butuh masukan dan referensi dari Muhammadiyah dalam merancang perda ini. Persoalan ini kecil, tapi kalau dibiarkan akan membesar dan sulit dikendalikan,” ungkap Munafri.
Menurutnya, pembangunan Kota Makassar tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia pun menegaskan pentingnya mendengar masukan dari ormas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, termasuk Muhammadiyah.
“Kami yakin, banyak pemikiran baik dari orang tua di Muhammadiyah yang bisa memberi kontribusi besar untuk masa depan Makassar. Mari kita kawal bersama persoalan-persoalan ini untuk menemukan solusi terbaik,” tutupnya.
Penulis: Ardhi







