MAKASSAR—Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) dan Aliyah Mustika Ilham, menyiapkan program strategis untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Makassar.
Salah satu program unggulan mereka, yakni MULIA (Makassar Unggul dan Sejahtera), akan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta dukungan bagi pelaku UMKM.
Membuka Lapangan Kerja dan Menekan Pengangguran
Untuk mengurangi pengangguran, Munafri berencana menggandeng berbagai perusahaan lokal dan nasional agar lebih banyak membuka peluang kerja bagi warga Makassar.
Ia menegaskan bahwa warga lokal akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Kami akan prioritaskan warga Makassar. Untuk apa kita mengambil tenaga kerja dari luar jika ada orang Makassar yang mampu di bidang tersebut,” ujar Appi dalam keterangannya, Selasa (25/2).
Pendataan Akurat untuk Bantuan yang Tepat Sasaran
Selain penciptaan lapangan kerja, program Appi-Aliyah juga mencakup pembenahan sistem pendataan penduduk.
Dengan data yang lebih akurat, diharapkan seluruh bantuan dari pemerintah dapat disalurkan tepat sasaran.
“Tidak boleh ada lagi rebutan bantuan. Dengan data yang akurat, kita pastikan yang benar-benar membutuhkan yang akan menerima bantuan,” tegasnya.
Pendataan ini juga akan melibatkan RT/RW yang lebih memahami kondisi warga di lingkungan masing-masing.
Dukungan untuk UMKM: Bantuan Modal Gratis
Untuk mendukung sektor UMKM, paslon MULIA menyiapkan program bantuan modal usaha gratis bagi warga, khususnya para ibu rumah tangga.
Bantuan ini diberikan tanpa bunga atau kewajiban pengembalian, sehingga dapat membantu usaha kecil berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Bantuan ini bertujuan meningkatkan produktivitas UMKM dan kesejahteraan rumah tangga. Jika UMKM berkembang, ekonomi warga juga akan meningkat,” ungkap mantan CEO PSM Makassar itu.
Selain bantuan modal, Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Appi-Aliyah juga berencana membangun pusat peningkatan keterampilan (upgrading skill centers) bagi anak muda.
Program ini akan difokuskan pada pelatihan keterampilan teknis dan soft skill seperti public speaking serta pemanfaatan teknologi digital.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, bukan sekadar pekerja teknis biasa. Ini akan membuka lebih banyak peluang bagi mereka di dunia kerja,” pungkasnya.
Dengan program-program ini, paslon MULIA berharap dapat menghadirkan perubahan nyata dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Makassar.
Penulis:Ardhi







