Lintaskabar.id, Sidrap — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mengatasi persoalan keterbatasan air di lahan tadah hujan melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Inpres. Melalui program tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menargetkan produktivitas gabah mencapai 10 ton per hektare.
Pemkab Sidrap meresmikan sekaligus menguji pengaliran JIAT di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Selasa (12/5). Dalam kegiatan itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menyerahkan fasilitas JIAT kepada pemerintah daerah.
Syaharuddin mengapresiasi pembangunan delapan unit JIAT yang tersebar di sejumlah wilayah Sidrap. Ia menilai fasilitas tersebut mampu menjawab kebutuhan petani yang selama ini bergantung pada curah hujan.
“Program ini sangat bermanfaat karena persoalan air yang selama ini menjadi kendala utama petani kini mulai teratasi,” ujar Syaharuddin.
Dorong Petani Terapkan Pola Tanam IP300
Selain memastikan ketersediaan air, Syaharuddin juga mendorong petani menerapkan pola tanam IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun. Menurutnya, langkah itu dapat meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat swasembada beras di Sidrap.
Pemkab Sidrap juga mengarahkan petani menggunakan benih seragam dan menerapkan pola tanam kolektif agar distribusi air serta pengendalian hama berjalan lebih efektif.
Di sisi lain, Syaharuddin menyebut harga gabah saat ini cukup menguntungkan petani. Harga gabah berada pada kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram.
“Kami berkomitmen menjaga masyarakat dan petani Sidrap. Pemerintah daerah akan terus memantau pasar agar harga tetap menguntungkan bagi produsen,” tegasnya.
BBWS Prioritaskan Wilayah Minim Akses Irigasi
Sementara itu, PPK Pendayagunaan Air Tanah BBWS Pompengan Jeneberang, Trisno Widodo, menjelaskan pihaknya memprioritaskan pembangunan sumur JIAT di kawasan marginal yang sulit memperoleh akses irigasi teknis.
“Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses air irigasi teknis,” jelas Trisno.
Usai peresmian, Syaharuddin bersama jajaran OPD terkait meninjau langsung sumur JIAT. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin serta Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata turut mendampingi dalam peninjauan tersebut. Selain itu, Bupati juga berdialog dengan petani untuk menyerap aspirasi mengenai kondisi pengairan di lapangan. (Ar)







