Lintaskabar.id, Gowa – Pemerintah Kabupaten Gowa memulai langkah konkret untuk melahirkan generasi baru penutur sinrilik di tengah keterbatasan jumlah pelaku tradisi tersebut. Pemerintah menandai upaya ini dengan membuka Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa sinrilik berperan penting dalam membentuk karakter sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat. Ia menyebut program ini sebagai langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan tradisi lisan yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Menurutnya, sinrilik merupakan “pustaka berjalan” yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Karena itu, ia mengingatkan bahwa hilangnya sinrilik akan menghapus jejak identitas budaya.
Sekolah Jadi Ruang Belajar dan Adaptasi Zaman
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gowa menghadirkan Sekolah Sinrilik sebagai solusi atas terbatasnya jumlah passinrilik dan menurunnya minat generasi muda di tengah arus digital.
Melalui program ini, pemerintah menggabungkan pembelajaran teknik bertutur, pemahaman makna, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pakem tradisi. Dengan demikian, generasi muda dapat mempelajari sinrilik secara utuh dan relevan.
Bupati Talenrang juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Ia berharap peserta angkatan pertama mampu menjadi penjaga sekaligus penggerak sinrilik di berbagai ruang, mulai dari sekolah hingga panggung budaya.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Tradisi
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan langkah sistematis. Ia menekankan pentingnya pendataan, dokumentasi, dan pengarsipan berkelanjutan agar tradisi tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi.
Di sisi lain, akademisi Muhammad Thahir mengajak semua pihak untuk terus menghidupkan tradisi agar tetap relevan di era modern. Ia menilai sinrilik perlu berkembang dengan pendekatan baru tanpa kehilangan nilai dasarnya.
Diharapkan Lahir Generasi Penjaga Budaya
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap Sekolah Sinrilik menjadi titik awal penguatan tradisi lisan agar terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa Muh. Sahir, serta unsur Tripika Kecamatan Bajeng. (Ir)







