MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sekaligus menekan angka kemiskinan di kota ini.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Baznas Kota Makassar di Kantor Baznas, Jalan Tedu Bersinar, Sabtu (4/10).
“Pemerintah bisa berjalan, Baznas juga bisa berjalan sendiri. Tapi kalau disatukan, daya dobraknya jauh lebih kuat,” ujar Munafri.
Menurutnya, Baznas memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan mampu melakukan intervensi sosial secara lebih detail. Karena itu, ia menilai peran Baznas sangat strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar Baznas aktif mengedukasi masyarakat mengenai kewajiban berzakat. “Harus aktif mengingatkan, apakah kita sudah bayar zakat atau belum. Karena kalau tidak, justru Baznas yang ikut berdosa ketika kita lupa,” tegasnya.
Munafri menambahkan, potensi zakat di Kota Makassar baru tergarap sekitar 15 persen dari total potensi yang ada. Jika potensi tersebut dapat dioptimalkan, ia yakin angka kemiskinan di Makassar bisa ditekan secara signifikan.
“Kalau seluruh potensi zakat dijalankan dengan maksimal, saya yakin kita akan kesulitan mencari siapa orang miskin di Makassar,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat agar upaya pemberdayaan ekonomi bisa berjalan cepat dan efektif.
Lebih lanjut, Munafri menyoroti pentingnya integritas para pengurus Baznas. Ia mengingatkan bahwa dana yang dikelola bukanlah milik pribadi, melainkan amanah umat. “Banyak orang ingin jadi pengurus Baznas, tapi harus diingat, yang dikelola ini adalah harta umat. Kalau tidak punya integritas, ganjarannya besar,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Wali Kota Makassar juga berencana berdiskusi dengan Perbanaz dan pihak perbankan untuk membahas optimalisasi dana deposito masyarakat agar bisa dikelola secara lebih produktif.
“Ini bukan soal meminta, tapi kewajiban. Berdosa jika tidak disampaikan. Karena itu, kita harus berjalan bersama untuk menuntaskan kemiskinan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar bersama Baznas juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yang membutuhkan. Munafri berpesan agar bantuan tersebut digunakan secara tepat.
“Yang menerima santunan, ini amanah. Jangan disalahgunakan. Dan bagi anak-anak yang masih belajar, khususnya santri, kurangi dulu penggunaan media sosial agar fokus belajar tidak terganggu,” pesan Munafri.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Makassar, H.M. Ashar Tamanggong, menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan bagi lebih dari 100 santri penghafal Al-Qur’an. Bantuan tersebut diberikan secara kolektif dengan skema tiap pondok pesantren menerima 20 santri penerima manfaat.
“Kenapa tidak terpisah-pisah? Karena lebih mudah dikontrol. Setelah para santri khatam 30 juz, baru kami pindahkan ke pondok pesantren lain,” jelas Ashar.
Ia juga menegaskan bahwa zakat dan infak yang dihimpun Baznas telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an.
“Bapak-ibu yang berinfak dan berzakat di Baznas, inilah hasilnya. Rasi bintang zakat kita sudah berbuah, dan buahnya adalah santri-santri penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ashar menambahkan, Nabi Muhammad SAW menjanjikan pintu surga khusus bagi para penghafal Al-Qur’an. “Insya Allah, para muzakki yang menyalurkan zakatnya juga akan mendapat bagian dari pahala mereka,” tambahnya.
Selain program pendidikan, Baznas juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha kecil. “Ini bukan sekadar santunan, tapi upaya menumbuhkan kemandirian umat. Dana zakat dari ASN, masyarakat umum, hingga pelaku usaha kami kelola agar tepat sasaran,” tutur Ashar.
Ia menutup dengan menyampaikan bahwa Baznas juga menyiapkan ratusan porsi olahan daging kambing hasil kurban jamaah haji Indonesia di Mekkah untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kami juga menyediakan olahan daging kambing dari hewan kurban jamaah haji di Tanah Suci yang bisa dinikmati bersama masyarakat di sini,” pungkasnya.
Penulis: Ardhi







