MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memberikan arahan tegas namun penuh pembinaan kepada seluruh jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, agar menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, dan tetap mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin apel siaga Dishub di Lapangan Karebosi, Kamis (23/10) siang.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Dishub merupakan unsur pemerintah yang berada di garis depan dalam pelayanan publik karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari, terutama dalam pengaturan lalu lintas dan penataan transportasi kota.
“Tugas Bapak Ibu di Dishub itu berada di garis depan, langsung berhadapan dengan masyarakat. Karena itu, perilaku dan sikap kita harus mencerminkan wajah pemerintah,” ujarnya di hadapan ratusan personel.
Munafri mengingatkan bahwa petugas Dishub kerap berhadapan dengan beragam karakter masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan yang komunikatif, persuasif, dan beretika, serta menghindari sikap arogan saat bertugas.
“Kalau ada orang datang marah-marah, jangan dibalas dengan marah. Api ketemu api makin besar, tapi kalau api ketemu air akan padam. Hadapi masyarakat dengan cara yang humanis,” pesannya.
Munafri menegaskan bahwa ketegasan bukan berarti kekasaran. Menurutnya, petugas harus tetap menjalankan aturan dengan benar tanpa menunjukkan sikap galak atau sombong.
“Tegas boleh, tapi jangan kasar. Tegas itu berbeda dengan galak. Hindari gestur yang arogan, jangan menunjuk orang sembarangan atau membentak. Jalankan aturan dengan santun,” tegasnya.
Selain soal etika pelayanan, Munafri juga menyoroti disiplin dan integritas petugas di lapangan, terutama dalam penegakan aturan yang sering bersinggungan dengan kepentingan masyarakat. Ia meminta agar petugas tidak takut bertindak, namun juga tidak bertingkah seperti preman.
“Kalau ada parkir liar yang melanggar, ya ditertibkan. Tapi jangan ikut bermain atau sok berkuasa. Selesaikan dengan cara yang bijak dan sesuai aturan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor dengan Kepolisian dan TNI agar penanganan masalah di lapangan lebih efektif.
“Hubungan antarinstansi harus harmonis demi pelayanan publik yang lebih baik,” imbuh mantan Bos PSM Makassar itu.
Munafri turut menyoroti sikap sebagian petugas yang tampak tidak disiplin, seperti duduk santai sambil merokok saat bertugas. Ia mengingatkan bahwa sikap dan gestur petugas di lapangan menjadi cerminan citra pemerintah di mata masyarakat.
Selain pembinaan mental dan etika, Munafri juga menyoroti kondisi perlengkapan kerja Dishub yang dinilainya masih kurang memadai. Ia mencontohkan seragam yang tidak seragam dan kendaraan operasional yang sudah tidak layak.
“Saya minta Kepala Dishub segera menganggarkan pengadaan sarana pendukung dalam pembahasan APBD. Kita butuh mobil derek, mobil patroli, dan sistem kontrol traffic light yang berfungsi baik,” tegasnya.
Wali Kota juga menyinggung maraknya aksi vandalisme yang merusak fasilitas lalu lintas seperti tiang lampu jalan dan traffic light. Ia menginstruksikan Dishub untuk melakukan patroli rutin dan memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal setiap hari.
Tak hanya itu, Munafri mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda listrik atau motor listrik untuk kawasan Car Free Day (CFD).
“Tidak pantas kalau petugas di CFD justru menggunakan motor konvensional yang mengeluarkan asap,” katanya.
Menutup arahannya, Munafri meminta perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan kesehatan petugas lapangan, termasuk penyediaan vitamin dan dukungan kesehatan.
“Petugas kita bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. Minimal, vitamin harus tersedia agar mereka tetap fit,” pungkasnya.
Penulis: Ardhi






