MAKASSAR — Kota Makassar resmi memasuki babak baru dalam industri perhotelan dengan dimulainya pembangunan Hotel Grand Mercure, hotel bintang lima pertama di Sulawesi Selatan berstandar internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, di kawasan strategis Jl. Metro Tanjung Bunga, Jumat (26/9).

Hotel ini digadang menjadi ikon baru perhotelan Kota Daeng, berdiri di atas lahan premium dengan fasilitas parkir luas. Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat infrastruktur pariwisata, dan meningkatkan daya tarik Makassar sebagai tuan rumah event berskala nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Munafri mengaku bangga atas dimulainya pembangunan hotel bintang lima pertama di kota ini. Ia menilai Grand Mercure akan menjadi titik awal penting dalam peningkatan kualitas layanan perhotelan di Makassar.

“Dengan hadirnya Grand Mercure, satu-satunya hotel bintang lima di Makassar, tentu akan memberikan angin segar, khususnya bagi perkembangan kota,” ujarnya.

Grand Mercure merupakan bagian dari jaringan global Accor Group yang memiliki lebih dari 5.600 properti di 110 negara. Hotel ini dirancang ramah lingkungan dengan konsep ekotourism dan keberlanjutan. Tak hanya memperkuat pariwisata, kehadirannya juga diyakini membuka lapangan kerja luas bagi warga Makassar.

Sebelum pembangunan dimulai, Munafri mengundang pihak pengembang untuk memaparkan rancangan proyek. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam proses perizinan.

“Saya sudah sampaikan, kalau dalam proses perizinan ada yang meminta uang, segera laporkan ke saya,” tegasnya.

Proyek Grand Mercure memang ambisius. Hotel ini akan dilengkapi ballroom berkapasitas lebih dari 4.000 orang salah satu yang terbesar di Makassar serta 350 kamar modern yang bisa diperluas hingga 500 kamar. Fasilitas food and beverage outlet berstandar internasional juga disiapkan untuk mendukung konferensi, pameran, hingga pernikahan megah.

Munafri menekankan bahwa Pemerintah Kota Makassar ingin menjaga iklim investasi tetap bersih dan kondusif. “Kami tidak ingin investasi tercoreng hanya karena oknum yang tidak berintegritas,” katanya.

Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027 dengan proyeksi menyerap hingga 400 tenaga kerja tetap serta ratusan pekerja harian. Selain itu, Grand Mercure juga menghadirkan program loyalti global bagi pelanggan setia.

Dengan dukungan penuh Pemkot, hotel ini diprediksi menjadi simbol kebanggaan baru Makassar yang memadukan kearifan lokal dengan standar internasional.

“Kami berharap proyek ini selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari jadwal. Kehadiran hotel ini akan semakin memantapkan posisi Makassar sebagai pusat bisnis, pariwisata, dan event internasional di kawasan timur Indonesia,” tutup Munafri.

Penulis: Ardhi