MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus mengebut pembangunan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai wadah ekspresi, pengembangan minat, dan pemberdayaan ekonomi kreatif generasi muda.
Tim Ahli Pemkot, Dara Nasution, memastikan tiga titik baru akan menjadi lokasi MCH berikutnya: Rappocini, Tamalate, dan Biringkanayya. Pemilihan lokasi ini berdasarkan survei lapangan dan kajian teknis.
“Setelah survei, diputuskan tiga titik itu yang paling layak,” ujar Dara usai mendampingi tim Kementerian Keuangan di Balai Kota Makassar, Rabu (17/9).
Dengan konsep kolaboratif, MCH dirancang tidak hanya sebagai pusat kreativitas, tetapi juga ruang bagi UMKM, seni, teknologi, hingga budaya. Pemerintah kini menyiapkan perencanaan teknis, mulai desain gedung, pendampingan konsultan, hingga koordinasi lintas SKPD.
“Anggaran sudah disahkan. Saat ini kami di tahap perencanaan, dari desain hingga koordinasi dengan SKPD,” jelasnya.
Setiap MCH wajib memenuhi standar sesuai Perwali yang tengah difinalisasi, seperti amfiteater, ruang kelas, studio podcast, ruang UMKM, hingga toilet ramah difabel. Sejumlah titik dengan lahan luas, seperti Tamalate dan Rappocini, juga akan dilengkapi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai fasilitas publik.
MCH akan dirancang tematik sesuai potensi wilayah. Misalnya, kawasan pantai menonjolkan aktivitas UMKM dan brand lokal, sementara Rappocini diarahkan sebagai pusat inovasi karena dekat dengan kampus.
Program ini ditargetkan rampung 15 titik dalam lima tahun, dengan tiga hingga empat MCH selesai setiap tahun. Pembangunan tahap awal direncanakan dimulai awal 2026 dan dapat beroperasi pada kuartal II atau III.
Sejak beroperasi pertengahan 2025, MCH Pantai Losari sudah membuktikan kebutuhan ruang kreatif di Makassar. “Amfiteaternya penuh hingga November. Anak-anak muda butuh ruang gratis untuk menampung 100 orang, tanpa biaya sewa,” ungkap Dara.
Pengelolaan MCH dibuat sederhana: berbasis komunitas, dengan pemesanan jadwal via admin, menjaga kebersihan, hingga kontribusi berupa publikasi konten kegiatan.
“Ini intervensi murah tapi efektif. Pemerintah sediakan ruang, komunitas yang menghidupkan. Antusiasmenya luar biasa,” tegas Dara.
Penulis: Ardhi






