MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital RI menggelar kegiatan Fasilitasi Literasi Digital untuk Perempuan, Anak, dan Komunitas di Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Makassar, Senin kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan bertema “Klik Aman, Anak Nyaman: Bijak Gawai, Cerdas Online” ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, serta dihadiri langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid.

Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng perlindungan anak di tengah pesatnya arus informasi digital.

Ia menyebut perempuan sebagai aktor utama dalam menjaga ketahanan digital keluarga.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak. Literasi digital menjadi tanggung jawab bersama, dan ibu-ibu harus dibekali pemahaman untuk mendampingi anak dalam dunia maya,” ujar Wagub Sulsel.

Fatmawati mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang menyasar perempuan dan anak, serta mendorong literasi digital sebagai gerakan kolektif lintas sektor.

Sementara itu, Menkominfo-Digital RI Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Perlindungan Anak di Ruang Siber). Regulasi ini mengatur tanggung jawab platform digital dalam menjaga keamanan anak di ruang siber.

“Kami mendorong semua platform digital untuk aktif memblokir konten negatif dan mematuhi regulasi Indonesia,” kata Meutya Hafid.

Ia juga membuka wacana pembatasan penggunaan gawai bagi anak saat jam sekolah di Sulawesi Selatan, serta mendorong edukasi literasi digital di tingkat keluarga.

Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala BPSDM Kominfo-Digital, mengungkapkan bahwa dari 2021 hingga 2023 tercatat 431 kasus eksploitasi anak di ruang digital. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pelindung digital di keluarga.

“PP Tunas adalah tonggak penting. Kami ingin perempuan jadi agen perubahan digital yang melindungi anak dari risiko siber,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional dan lokal seperti Wicaksono (Kemenkomdigi), Naoemi Octarina (Ketua TP PKK Sulsel), Citra Rosalyn (Japelidi & Dosen UNM), serta dipandu oleh psikolog Ananda Zhafira.

Forum ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak, dengan perempuan sebagai garda terdepan dalam transformasi digital.

Penulis: Anugrah