MAKASSAR—Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperluas jejaring akademiknya di tingkat internasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kali ini, Unismuh berkolaborasi dengan Akenten Appiah-Menka University of Skills Training and Entrepreneurial Development (AAMUSTED) Ghana dengan menggelar International Guest Lecture, Kamis (17/4).

Mengusung tema “Learning Innovation on Knowledge and Mathematics Education”, kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Ghana. Acara dipandu oleh dosen Unismuh, Dr. Irnawaty Idrus.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, dalam sambutannya menyambut baik kolaborasi lintas benua ini.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama internasional sebagai wadah bertukar gagasan, memperluas cakrawala pendidikan, dan memperkaya pendekatan pembelajaran.

“Kami sangat bangga bisa bermitra dengan salah satu universitas terkemuka di Afrika. Ini bukan hanya soal pertukaran ilmu, tapi juga membangun pemahaman lintas budaya,” ujarnya.

Dalam kuliah umum ini, Prof. Ebenezer Bonyah dari AAMUSTED Ghana membawakan materi berjudul “Ethnomathematics: Bridging Cultural Knowledge and Mathematics Education”.

Ia mengulas bagaimana nilai-nilai budaya lokal dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika, salah satunya melalui arsitektur tradisional yang sarat dengan konsep geometris dan simbol angka.

“Etnomatematika bukan sekadar alat pendidikan, tapi juga sarana pelestarian budaya. Setiap ornamen dan pola dalam budaya lokal menyimpan nilai matematis yang dapat menjadi konteks pembelajaran yang lebih dekat dengan siswa,” tutur Prof. Bonyah.

Selanjutnya, Prof. Dr. Agustan Syamsuddin, S.Pd., M.Pd., dari Unismuh Makassar memaparkan tentang pentingnya pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) untuk mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa di era digital.

Kuliah umum internasional ini menjadi salah satu wujud nyata langkah Unismuh menuju internasionalisasi kampus, sejalan dengan visinya sebagai “Research and International Reputable University”. Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan program pascasarjana dan doktoral di kedua perguruan tinggi.

“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan dapat menghasilkan berbagai riset kolaboratif di masa mendatang,” tutup Rakhim.

Penulis: Anugrah