MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah menjalankan proses seleksi untuk calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Negeri yang akan ditempatkan di lima lembaga PAUD Negeri baru.
Proses seleksi ini melibatkan sejumlah pejabat, seperti Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Pendidikan Achi Soleman, Plt Kepala BKPSDMD Kamelia Thamrin Tantu, serta Staf Ahli Pemkot, Akhmad Namsum.
Menurut Andi Zulkifly, seleksi guru ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kualitas pendidikan anak usia dini di Makassar agar semakin baik.
“Pendirian PAUD Negeri ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan usia dini dan mempersiapkan generasi emas masa depan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (14/7).
Ia menekankan pentingnya kualitas para guru yang direkrut, termasuk pemahaman mereka terhadap anak usia dini, latar belakang pendidikan, serta visi dan misi membangun pendidikan PAUD Negeri yang unggul.
Seleksi sendiri telah melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengumpulan berkas dan pendaftaran. Para peserta berasal dari guru-guru PAUD yang sebelumnya telah aktif mengajar di berbagai lembaga pendidikan di Kota Makassar.
“Hari ini adalah tahapan akhir seleksi untuk menentukan siapa yang akan menempati posisi guru di lima PAUD Negeri tersebut,” tambahnya.
Dalam seleksi akhir ini, sebanyak 55 orang bersaing untuk mengisi 50 formasi yang tersedia, terdiri atas 10 guru ASN dan 40 guru non-ASN.
Kelima PAUD Negeri tersebut akan tersebar di lima kecamatan, yakni Tamalate, Rappocini, Manggala, Mariso, dan Biringkanaya.
Adapun untuk posisi kepala sekolah, Pemkot Makassar telah menetapkan lima nama melalui proses seleksi sebelumnya.
“Nama-nama kepala sekolah sudah ditentukan, dan penetapannya tinggal menunggu SK resmi,” jelas Zulkifly.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan dalam waktu dekat. Pemkot juga menargetkan proses administrasi dan daftar ulang peserta didik baru bisa segera diselesaikan.
“Begitu proses ini selesai, penempatan guru bisa segera dilakukan dan kegiatan belajar mengajar segera dimulai,” tuturnya.
Untuk saat ini, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Negeri belum dimulai. MPLS akan dilaksanakan setelah proses daftar ulang peserta didik tuntas, direncanakan pekan depan.
Pendirian PAUD Negeri ini merupakan bagian dari program unggulan Pemkot Makassar dalam mencetak generasi emas pada 2029. Melalui lembaga yang distandarisasi dan proses seleksi tenaga pendidik yang ketat, pemerintah berharap layanan PAUD Negeri dapat memberikan pendidikan yang profesional, merata, dan berkualitas tinggi bagi anak-anak Makassar.
“Harapannya, PAUD Negeri ini menjadi contoh kualitas pendidikan usia dini di Kota Makassar,” tegas Zulkifly.
Terkait insentif dan tunjangan, ia memastikan bahwa semuanya akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku bagi tenaga pendidik, tanpa perlakuan khusus meskipun mengajar di PAUD Negeri.
“Pendaftaran murid baru telah dibuka dan saat ini masih berlangsung proses daftar ulang sebagai tahap akhir sebelum MPLS dimulai,” pungkasnya.
Penulis: Ardhi






