MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mencari solusi dalam mengatasi banjir di kawasan Blok 10 Perumnas Antang dan Jalan AP Pettarani.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar rapat koordinasi bersama tim akademisi Unhas di Balai Kota Makassar, Kamis kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri menekankan bahwa kajian penanganan banjir harus melibatkan berbagai pihak agar lebih efektif.
“Masalah banjir ini tidak bisa ditangani sendiri. Harus ada kerja sama antara pemerintah kota, provinsi, balai, serta dukungan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan aliran air, termasuk pembangunan tanggul, pelebaran jalur, serta pembuatan jembatan untuk menghindari luapan air.
Menurutnya, kapasitas resapan air di Nipa-Nipa saat ini hanya mampu menampung sekitar 40% dari total debit air, sehingga perlu dibuat aliran tambahan agar air tidak meluber ke pemukiman.
Selain itu, Munafri menyebutkan bahwa kolam retensi dan pelebaran saluran di jembatan Nipah-Nipah menjadi solusi yang harus segera direalisasikan.
Ia berencana membawa kajian ini ke tingkat provinsi dan balai guna mendapatkan dukungan anggaran.
“Meskipun biayanya besar, kita harus mulai dari sekarang. Jika tidak, banjir akan terus menjadi masalah yang semakin parah,” tegasnya.
Penulis: Anugrah







