Lintaskabar.id, Makassar – PT PLN (Persero) terus memperkuat perannya dalam mengembangkan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
PLN Operasikan Puluhan SPKLU di Tiga Provinsi
Saat ini, PLN mengoperasikan 65 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 51 lokasi yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Hingga akhir 2025, PLN menargetkan penambahan 14 unit SPKLU untuk memperluas layanan pengisian kendaraan listrik.
FGD Tegaskan Kesiapan Kelistrikan Sulawesi Selatan
PLN menegaskan komitmennya melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang berlangsung di Kantor PLN UID Sulselrabar, Kota Makassar, Selasa (18/11). Dalam forum tersebut, Plt. Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetya, menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan berada dalam kondisi memadai untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
“Masyarakat mulai antusias dengan kendaraan listrik karena lebih efisien dan efektif. Potensi pasar juga sangat besar sehingga Pemerintah Sulsel terus mendukung kebijakan percepatan ekosistem, baik di lingkungan internal pemerintahan maupun kemudahan bagi masyarakat,” kata Andi Eka.
PLN Pastikan Keandalan Layanan Pengisian Kendaraan Listrik
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan kesiapan PLN dalam menyediakan layanan pengisian kendaraan listrik yang aman, andal, dan optimal di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Ia menyebut layanan tersebut mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik untuk aktivitas harian hingga perjalanan jarak jauh.
PLN Catat Lonjakan Transaksi SPKLU Sepanjang 2025
Edyansyah menyatakan lonjakan transaksi pengisian daya mencerminkan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik. Pada 2025, transaksi pengisian daya di SPKLU PLN UID Sulselrabar meningkat 222 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2024, PLN mencatat 4.655 transaksi, sementara hingga kuartal III 2025 jumlah transaksi mencapai 10.369 kali.
“PLN juga menyiagakan petugas teknis selama 24 jam serta memastikan pemantauan dapat dilakukan secara real time melalui sistem PLN Mobile,” kata Edyansyah.
PLN Gulirkan Insentif untuk Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
PLN menjalankan Program Stimulus Percepatan Penggunaan KBLBB melalui pemberian insentif biaya penyambungan pasang baru dan tambah daya sebesar 50 persen. Selain itu, PLN memberikan diskon 30 persen untuk layanan home charging pada waktu Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) pukul 22.00–05.00 WITA. Program ini berlaku mulai 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.
PLN Catat Minat Tinggi pada Home Charging Service
Hingga Oktober 2025, sebanyak 219 pelanggan di Sulawesi Selatan memanfaatkan layanan Home Charging Service (HCS). Edyansyah menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Tingginya jumlah pelanggan menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin besar terhadap penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Program HCS merupakan layanan PLN yang memungkinkan pemilik kendaraan listrik untuk mengisi daya baterai mobil mereka secara praktis dari rumah, tanpa perlu mengunjungi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” pungkasnya.
PLN Tegaskan Efisiensi Biaya Operasional Mobil Listrik
Edyansyah menegaskan bahwa kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional secara signifikan.
“Jika menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil, rata-rata biaya operasional per kilometer adalah Rp 800,-. Namun, dengan mobil listrik, biaya operasionalnya hanya sekitar Rp 200,- per kilometer. Jadi, ini sangat hemat,” jelas Edyansyah.
Pengguna Akui Manfaat Langsung Kendaraan Listrik
Salah satu pengguna mobil listrik di Kota Makassar, Asri, menyatakan bahwa ketersediaan SPKLU yang semakin luas sangat membantu mobilitasnya.
“Dengan masifnya SPKLU ini merupakan angin segar bagi kami yang memiliki mobilitas tinggi. Selain itu, sejak menggunakan mobil listrik, pengeluaran operasional saya lebih hemat,” ujar Asri.
Sebelumnya, Asri menghabiskan sekitar Rp 800 ribu per bulan untuk biaya operasional kendaraan konvensional. Kini, setelah beralih ke mobil listrik, ia hanya mengeluarkan Rp 270 ribu per bulan atau menghemat Rp 530 ribu setiap bulan.
PLN Perkuat Peran Dorong Transisi Energi Bersih
PLN tidak hanya menyediakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, tetapi juga menggerakkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. PLN menilai KBLBB sebagai masa depan transportasi yang mendorong peralihan menuju sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui penguatan infrastruktur dan layanan, PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik. (Ag)







