WATAMPONE– Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ArungPalakka Bone menggelar Kuliah Tamu dengan tema “Pertarungan Teknologi dan Ekonomi di Era Artifisial Intelijen (AI)”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara yang diselenggarakan secara hybrid ini diadakan di Kampus ITB ArungPalakka, Jl. S. Jedawi, Kota Watampone, dan turut dihadiri oleh peserta dari berbagai universitas serta masyarakat umum melalui aplikasi Zoom.

Rektor ITB ArungPalakka, Dr. Rabiatul Adawiah, M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan pesat teknologi AI.

Ia menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah mengubah banyak sektor, mulai dari industri hingga ekonomi global.

“Mari kita manfaatkan sesi ini untuk menggali lebih dalam bagaimana teknologi AI dapat kita kendalikan, agar dapat berpihak pada kepentingan ekonomi yang berkeadilan dan memperkuat daya saing bangsa,” ujarnya, belum lama ini.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr. H. Ade Farid Azhar, S.STO., M.Si, dan Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Dr. Soegianto Suliatikno, M.Si, yang turut berpartisipasi secara daring.

Dr. Soegianto Suliatikno mengangkat tema penting terkait tantangan yang dihadapi manusia di era AI. Menurutnya, dengan semakin berkembangnya AI, banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia kini mulai digantikan oleh teknologi. Ia juga menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan AI, seperti pelanggaran privasi, keselamatan, serta etika, terutama dalam konteks militer dan informasi.

“AI bisa melampaui kemampuan manusia dalam beberapa hal, seperti dalam pembuatan deepfakes dan misinformasi, yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. H. Ade Farid Azhar menyampaikan pandangannya mengenai inovasi dan keberlanjutan dalam eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA). Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi digital dalam pengelolaan SDA yang berkelanjutan.

“Untuk mewujudkan inovasi dan keberlanjutan, kita membutuhkan sinergi antara teknologi, kewirausahaan digital, regulasi, dan kemitraan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mempersiapkan diri melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi inovasi.

Kuliah Tamu ini diikuti oleh seluruh civitas akademika ITB ArungPalakka, serta peserta lainnya yang bergabung secara daring, menjadikannya sebagai ruang diskusi yang bermanfaat untuk memahami perkembangan teknologi AI dan tantangan yang ada di masa depan.**