Lintaskabar.id, Riau – Baru delapan bulan menjabat sebagai Gubernur Riau, Abdul Wahid kini menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Riau pada Senin (3/11/2025) malam.
Abdul Wahid, yang dikenal aktif turun ke lapangan membenahi infrastruktur dan sektor pertanian, diamankan bersama sembilan orang lainnya, termasuk sejumlah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau.
Kabar penangkapan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. “Salah satunya (yang diamankan) adalah Gubernur Riau Abdul Wahid,” ujar Fitroh kepada awak media.
Meski begitu, KPK belum membeberkan secara rinci kasus yang melatarbelakangi operasi senyap tersebut. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim masih berada di lapangan dan proses pemeriksaan terus berlangsung.
“Benar, ada kegiatan tangkap tangan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini sekitar sepuluh orang diamankan,” kata Budi.
Abdul Wahid dilantik sebagai Gubernur Riau bersama wakilnya, SF Harianto, pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Pasangan ini memenangkan Pilkada Riau setelah mengalahkan dua pasangan calon lainnya: Syamsuar–Mawardi Saleh dan Nasir–Wardan.
Selama masa jabatannya yang singkat, Abdul Wahid dikenal dengan sejumlah kebijakan yang menonjol.
Salah satunya adalah kebijakan mewajibkan kendaraan perusahaan yang beroperasi di Riau menggunakan pelat nomor BM, agar pajak kendaraan dapat masuk ke kas daerah.
Langkah itu diambil karena banyak kendaraan berat penyumbang kerusakan jalan di Riau justru membayar pajak di luar provinsi. (Ir)







