MADINAH—Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Taufan Pawe, tengah menjalankan ibadah umrah bersama keluarga dan melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Nabawi, Madinah

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan tersebut, ia bersilaturahmi dengan sejumlah kader Golkar dari Sulawesi Selatan.

Pertemuan akrab ini berlangsung di salah satu hotel dekat Masjid Nabawi, dihadiri oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sidrap yang juga Anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar, H. Zulkifli Zain (H. Pilli), serta Ketua DPD II Partai Golkar Bone yang juga Bupati Bone periode 2013-2023, H. Andi Fashar M. Padjalangi.

Hadir pula Izman Padjalangi, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Fraksi Golkar, dan Muhammad Ilhamsyah Taufan, Anggota DPRD Kota Parepare Fraksi Golkar. Momen ini diabadikan oleh Hj. Asmara Cawidu, pengurus DPD I Golkar Sulsel.

“Masyaa Allah, tabarakallah. Alhamdulillah, di Madinah pun silaturahmi tetap terjaga,” ungkap Asmara Cawidu dalam unggahan media sosialnya, baru-baru ini.

Silaturahmi ini juga dikaitkan dengan dinamika politik menjelang Musda Golkar Sulsel yang akan digelar tahun ini.

Sejumlah kader Golkar dari berbagai daerah telah menyuarakan dukungan mereka terhadap kepemimpinan Taufan Pawe.

Ketua Golkar Bulukumba, Nirwan Arifuddin, menegaskan pentingnya menilai kinerja partai berdasarkan data, bukan asumsi.

“Di bawah kepemimpinan Pak Taufan Pawe, Golkar Sulsel naik dari 13 menjadi 14 kursi di DPRD Sulsel. Ini bukan tanda kemunduran, justru menunjukkan kekuatan partai yang tetap bertumbuh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa hilangnya posisi Ketua DPRD Sulsel bukan semata-mata karena kelemahan Golkar, melainkan karena partai lain, khususnya NasDem, berhasil menguasai daerah pemilihan strategis.

“NasDem menang besar di Dapil IX (Enrekang, Sidrap, Pinrang), yang merupakan basis Ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse. Mereka mengamankan lima kursi DPRD Sulsel, sehingga posisi Ketua DPRD lepas dari Golkar. Ini adalah dinamika politik, bukan kesalahan individu,” ujarnya.

Senada dengan Nirwan, Ketua Golkar Wajo yang juga Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin, menilai bahwa kepemimpinan dan manajemen Partai Golkar Sulsel di bawah Taufan Pawe tetap berjalan baik.

“Jika kita berbicara ukuran keberhasilan dari aspek pemenangan Pemilu dan Pilpres, maka Golkar Sulsel tetap berada pada jalur yang positif,” kata Baso.

Ia menegaskan bahwa perpindahan kursi Ketua DPRD Sulsel ke partai lain tidak serta-merta mencerminkan kegagalan kepemimpinan Taufan Pawe.

“Golkar justru berhasil menambah perolehan kursi di legislatif. Itu bukti bahwa partai ini tetap solid,” tambahnya.

Menanggapi dinamika politik yang berkembang, Taufan Pawe menyatakan siap maju kembali sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel jika mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Kami menunggu arahan dan keputusan Ketum. Jika beliau memberikan restu, kami siap maju. Apalagi, saat ini sejumlah DPD II telah memberikan dukungan dan dorongan untuk kembali memimpin Partai Golkar Sulsel,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemilihan pemimpin di Golkar Sulsel akan berjalan secara demokratis. “Semua tergantung pada pemilik suara. Jadi, tanyakan langsung kepada mereka,” kata Taufan.

Terkait pertemuannya dengan sejumlah pimpinan DPD II Partai Golkar se-Sulsel, Taufan menegaskan bahwa pertemuan ini murni ajang silaturahmi dalam momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kami hanya berdiskusi bagaimana Golkar hari ini dan masa mendatang. Ini adalah bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan partai menghadapi kontestasi politik ke depan,” tutupnya.

Penulis:Ardhi