MAKASSAR — Sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, Sekolah Alam Bosowa menggelar pelatihan Manasik Haji dan Umroh pada Kamis (12/6).
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program Islamic Studies yang dirancang untuk memperkenalkan siswa pada tata cara pelaksanaan ibadah Haji dan Umroh secara praktis.
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh siswa dari jenjang Playgroup (PG), Taman Kanak-Kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD). Dengan pendekatan yang sesuai usia, siswa PG dan TK melakukan simulasi ibadah Umroh, sementara siswa SD mengikuti manasik Haji secara lengkap.
Mereka mempraktikkan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari niat, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah, hingga tahallul.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman spiritual sekaligus memperkenalkan rukun Islam kelima dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujar Hairul, Principal Sekolah Alam Bosowa.
Agar siswa dapat merasakan suasana seperti di Tanah Suci, lingkungan sekolah dihias menyerupai area pelaksanaan ibadah Haji.
Siswa dengan antusias mengenakan pakaian ihram serba putih dan mengikuti setiap tahapan manasik dengan penuh semangat, didampingi para guru yang berperan sebagai pembimbing.
Selain memperdalam pengetahuan agama, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang disiplin, sabar, serta memahami pentingnya kerja sama dalam beribadah.
Melalui pembiasaan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori ibadah, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan mereka sebagai seorang Muslim.
Penulis: Anugrah







