MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), memimpin kegiatan pemanasan menyambut Makassar Half Marathon (MHM) 2025, Minggu (18/5).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia bersama komunitas pelari memulai rute dari Balai Kota hingga Cafe Talk Space, melewati sejumlah ruas jalan protokol seperti Jl. Jend. Sudirman, Jl. Haji Bau, dan Jl. Sultan Hasanuddin.

Event tahunan ini akan digelar pada 31 Mei hingga 1 Juni 2025 di Anjungan Pantai Losari.

MHM 2025 diproyeksikan menjadi salah satu ajang lari terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 10 ribu peserta dari berbagai daerah.

Munafri menyatakan, selain mempromosikan gaya hidup sehat, MHM juga menjadi strategi Pemkot dalam menggerakkan perekonomian lokal.

“Event ini mendorong perputaran ekonomi, mulai dari okupansi hotel, konsumsi di restoran, hingga belanja oleh-oleh. Ini adalah bentuk promosi kota yang nyata lewat olahraga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Makassar Half Marathon bukan sekadar kompetisi lari, melainkan wadah integrasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk peningkatan infrastruktur, penyediaan informasi wisata, serta kesiapan pelaku UMKM untuk menyambut tamu dari luar kota.

“Kami ingin menjadikan MHM sebagai ikon tahunan yang membawa dampak nyata bagi ekonomi dan citra Kota Makassar,” tambahnya.

Antusiasme Penyelenggara dan Dukungan Penuh Pemerintah

Arief Rachman Nur, penyelenggara MHM 2025, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam perhelatan ini.

Menurutnya, kolaborasi semua pihak sangat penting untuk menjadikan MHM sebagai kebanggaan bersama.

“Dukungan sebagai peserta, sponsor, atau pendukung acara akan menjadikan MHM lebih dari sekadar lomba tapi sebagai simbol semangat dan identitas kota,” jelas Arief.

MHM 2025 terselenggara berkat kerja sama dengan Idearun, mitra manajemen lomba sejak 2022, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Makassar, kepolisian, dinas terkait, dan sponsor.

Selain mengangkat potensi wisata, MHM juga berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, membangun budaya hidup sehat, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang garis finis, tapi tentang bagaimana Makassar berlari bersama menuju kemajuan,” pungkas Arief.

Penulis: Ardhi