MAKASSAR — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, soal program Keluarga Berencana (KB).
Menurut Irwan, pernyataan Wali Kota tidak bermaksud merendahkan warga miskin, melainkan sebagai bentuk imbauan agar masyarakat mempertimbangkan program KB, terlebih di tengah meningkatnya angka kemiskinan secara nasional.
“Apa yang disampaikan Pak Wali bukan merendahkan, tapi lebih kepada ajakan. Ini langkah antisipatif agar keluarga tidak semakin terbebani, terutama di kondisi ekonomi seperti sekarang,” jelas Irwan, Kamis kemarin.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar telah menyediakan layanan KB secara gratis bagi masyarakat tidak mampu, termasuk bantuan operasional dan transportasi.
“Pelayanan KB kita gratiskan bagi warga yang membutuhkan. Bahkan, biaya transportasi pun disiapkan, kecuali jika memilih layanan dokter mandiri yang berbayar,” ungkapnya.
Lewat sosialisasi aktif, Pemkot Makassar terus mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera melalui perencanaan keluarga yang baik.
Irwan juga menegaskan kembali bahwa imbauan Wali Kota adalah bentuk kepedulian, bukan sindiran.
“Ini demi kebaikan bersama. Kami intens turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan pentingnya KB. Arahannya jelas: mencegah beban ekonomi yang makin berat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Munafri Arifuddin mengajak warga berpenghasilan terbatas agar lebih bijak dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak demi kesejahteraan keluarga.
“Saya tidak bermaksud merendahkan siapa pun. Tapi kalau penghasilan tidak menentu, misalnya hanya satu juta sebulan, tentu akan berat jika punya banyak anak tanpa perencanaan,” jelas Munafri.
Ia menekankan pentingnya perencanaan keluarga agar anak-anak bisa mendapatkan perhatian dan kebutuhan yang layak demi masa depan mereka.
“KB bukan soal mahal atau murah. Banyak layanan yang tersedia secara gratis. Yang penting, ada kesadaran untuk menjaga kualitas hidup keluarga,” tandasnya.
Penulis: Ardhi







