MAKASSAR – SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Bhinneka Tunggal Ika” dengan topik “Batik Warisan Budaya Negeriku”.
Acara yang dilaksanakan pada Senin kemarin di Gymnasium Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan karya batik tulis dan batik jumputan buatan mereka sendiri.
Acara ini menghadirkan suasana penuh semangat, dihadiri oleh kepala sekolah, guru, staf, serta orang tua siswa yang antusias menyaksikan kreativitas anak-anak mereka.
Kepala SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, Taswil Mardi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan acara tersebut.
“Terima kasih kepada panitia yang telah merancang kegiatan ini dengan baik. Semoga momen ini menjadi pengalaman penuh makna bagi kita semua,” ujar Taswil.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada siswa kelas 5 yang telah bekerja keras menciptakan karya batik mereka.
Sementara itu Ketua panitia, Renny Mulyani menjelaskan bahwa proses pengerjaan batik memakan waktu hingga tiga bulan.
Para siswa belajar langsung dari para ahli di Seminar Batik, Kediri, Jawa Timur, sebelum akhirnya mempraktikkan teknik batik tulis dan batik jumputan di Makassar.
Hasilnya, kain-kain batik ini diubah menjadi berbagai produk menarik, seperti kipas dan pakaian bermotif unik.
Renny juga membagikan filosofi batik yang mendalam. Menurutnya, kain katun putih yang dijadikan batik melambangkan kesucian manusia sejak lahir.
“Proses menggambar pola dan pewarnaan mencerminkan perjalanan hidup manusia yang dibentuk oleh nilai-nilai kasih sayang, ilmu, dan pengalaman,” bebernya.
“Batik bukan hanya kain, tetapi juga simbol filosofi kehidupan dan wujud pelestarian budaya yang berharga,” tegasnya.
Acara ini membuktikan bahwa kreativitas siswa dapat menjadi jembatan dalam mengenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Batik karya siswa SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga tidak hanya menunjukkan keindahan visual, tetapi juga makna filosofis yang mendalam.**







