SULSEL-Panasnya suhu politik di Toraja terus memuncak setelah serangan fitnah menyudutkan kubu calon gubernur Sulsel nomor urut 1, Danny-Azhar (DiA).
Tuduhan miring terkait politik uang menghantam tim mereka, yang langsung dibantah dengan tegas.
Serangan ini dinilai sebagai upaya putus asa rival politik yang panik menghadapi gelombang dukungan besar untuk Danny-Azhar.
Dalam kampanye di Ajatappareng, Kamis kemarin, Juru Bicara DiA, Asri Tadda, menyebut fitnah ini sebagai taktik licik lawan yang mencoba memainkan peran korban alias playing victim.
“Sudah waktunya berhenti main kotor. Kembalilah ke politik yang bersih dan benar. Masyarakat tidak bodoh,” ujar Asri penuh keyakinan.
Langkah serius pun diambil oleh Tim Hukum DiA. Mereka bersiap melaporkan tuduhan palsu ini ke Bawaslu.
“Kami bergerak cepat. Fitnah ini jelas mencoreng demokrasi yang kita jaga. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Asri.
Danny-Azhar semakin kuat di Toraja, hal yang jelas membuat lawan politik gugup. Tuduhan ini dianggap sebagai strategi untuk merusak reputasi Danny-Azhar, namun tim tetap percaya diri bahwa masyarakat bisa membedakan mana kebenaran dan mana fitnah.
Danny Tegas: “Ini Bukan Cara Kami”
Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, yang juga Wali Kota Makassar dua periode, angkat bicara terkait fitnah tersebut.
Danny mengatakan bahwa timnya tidak mungkin terlibat dalam praktik kotor seperti politik uang.
Ia bahkan menegaskan bahwa serangan ini justru mengindikasikan tanda-tanda kemenangan bagi mereka.
“Jelas ini bukan dari kami. Berhentilah menipu publik dengan memainkan peran korban. Politik uang hanya akan merusak demokrasi yang seharusnya kita junjung tinggi,” ucap Danny dengan penuh ketegasan.
Di tengah isu yang memanas, dukungan terhadap Danny-Azhar justru semakin meluas. Masyarakat Toraja, dengan kecerdasannya, diharapkan mampu melihat mana yang benar dan mana yang hanya merupakan taktik kotor dari lawan yang semakin terpojok.
Serangan Fitnah: Tanda Kemenangan Di Depan Mata?
Serangan fitnah ini, alih-alih melemahkan, tampaknya justru memacu semangat kubu DiA.
Bagi Danny-Azhar, fitnah politik uang ini bukan hanya soal serangan personal, tetapi juga merupakan ujian bagi integritas demokrasi di Sulsel.
Menurut Danny, semakin banyak fitnah yang datang, semakin dekat pula kemenangan yang diimpikan.
Akankah Danny-Azhar mampu meraih kemenangan di tengah serangan politik yang semakin intens? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: kubu DiA tak gentar dan terus melaju dengan kepercayaan diri tinggi.**







