MAKASSAR – Sebanyak 10 orang mengikuti seleksi calon peserta didik Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) yang berlangsung di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Para peserta ini akan memperebutkan 5 kursi yang tersedia dalam Prodi Obgyn FK UMI. Seleksi tersebut meliputi tahapan wawancara dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yang merupakan bagian dari proses penerimaan peserta didik untuk prodi yang baru dibuka ini. Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Dekan FK UMI, menyampaikan bahwa Prodi Pendidikan Dokter Spesialis Obgyn ini mendapat banyak perhatian dan minat dari calon peserta.
“Total ada 15 orang yang mendaftar, namun setelah melalui seleksi administrasi, hanya 12 orang yang dinyatakan lolos berkas. Dari 12 orang ini, tersisa 10 orang yang berhak mengikuti tahapan wawancara dan OSCE,” jelas dr. Nas.
Dr. Nas juga mengungkapkan rasa syukurnya karena FK UMI menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang diberi kepercayaan untuk mengelola Prodi Obgyn.
Ia menambahkan bahwa saat ini hanya ada 16 Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia yang mendapatkan kepercayaan serupa. “Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami di FK UMI. Dari 16 Fakultas Kedokteran yang diberikan izin untuk mengelola Prodi Obgyn, UMI adalah satu-satunya perguruan tinggi swasta yang mendapatkan kehormatan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Nas menyebutkan bahwa kehadiran Prodi Pendidikan Spesialis Obgyn ini akan sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis, khususnya di bidang obstetri dan ginekologi.
Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 3.400 dokter Obgyn, sementara kebutuhan yang ideal masih jauh dari angka tersebut. Baca juga: UMI Buka Program Studi Spesialis Obgyn, Satu-satunya PTS di Indonesia
“Kita masih kekurangan sekitar 4.000 hingga 5.000 dokter Obgyn di seluruh Indonesia. Dengan adanya prodi ini, kita berharap dapat berkontribusi dalam mengurangi kekurangan tersebut,” tambah dr. Nas.
Rektor UMI, Prof. Sufirman Rahman, juga menilai bahwa pembukaan Prodi Spesialis Obgyn di UMI adalah wujud nyata dari kontribusi universitas dalam menjawab tantangan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter spesialis di Indonesia.
“UMI hadir untuk berkontribusi nyata dalam menjawab kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter spesialis, khususnya di bidang Obgyn.
Ini adalah langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,” kata Prof. Sufirman.







